Inti Pembahasan
- Sustainable manufacturing adalah proses menghasilkan produk dengan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, masyarakat, dan perekonomian.
- Sustainable manufacturing penting karena skala dan kompleksitas sektor manufaktur dapat memberikan kontribusi besar terhadap upaya pengurangan limbah dan emisi.
- Untuk menerapkan sustainable manufacturing, produsen harus memegang sejumlah prinsip berkelanjutan, mulai dari penentuan desain, pemilihan material, hingga upaya konservasi.
Dewasa ini, sebuah pabrik atau industri manufaktur tidak hanya dituntut untuk menghasilkan produk dalam jumlah yang memadai dan berkualitas tinggi. Merebaknya berbagai isu lingkungan turut mendorong industri modern untuk memperhatikan aspek keberlanjutan dalam proses produksi.
Maka, tak heran jika konsep sustainable manufacturing semakin berkembang. Penerapannya mencakup berbagai aspek dalam proses produksi, salah satunya adalah penggunaan sumber energi terbarukan. Untuk memahaminya lebih lanjut, simak penjelasan berikut hingga selesai!
Apa Itu Sustainable Manufacturing?
Sustainable manufacturing adalah proses menghasilkan barang dengan berfokus pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, masyarakat, dan perekonomian.
Penerapan sustainable manufacturing atau manufaktur berkelanjutan membutuhkan pendekatan yang holistik atau menyeluruh, mulai dari desain produk hingga pengelolaan produk pada akhir masa pakainya.
Mengapa Sustainable Manufacturing Penting?
Manufaktur merupakan salah satu sektor yang paling banyak menggunakan energi di suatu negara serta berkontribusi terhadap emisi polutan dan jejak karbon yang signifikan.
Namun, di sisi lain, skala dan kompleksitas operasional di sektor ini memberikan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan sumber daya. Dengan sedikit peningkatan efisiensi pada setiap proses, dampak terhadap lingkungan dapat berkurang.
Satu pabrik mungkin hanya mengurangi energi atau emisi dalam jumlah tertentu. Namun, jika praktik efisiensi tersebut diterapkan oleh banyak perusahaan manufaktur, total pengurangan energi, limbah, dan emisi yang dihasilkan akan semakin besar. Alhasil, dampak negatif terhadap lingkungan dapat ditekan secara lebih signifikan.
Baca juga: Laporan Tahunan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI Group)
Prinsip Sustainable Manufacturing
Untuk menerapkan sustainable manufacturing, produsen perlu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan berikut ini:
1. Desain Produk Berkelanjutan
Prinsip desain berkelanjutan atau sustainable design seharusnya sudah dipikirkan sejak produk dirancang. Secara garis besar, prinsip ini umumnya mencakup beberapa hal berikut:
- Mengurangi komponen yang tidak diperlukan
- Menyederhanakan proses produksi dan perakitan.
- Menggunakan lebih sedikit kemasan.
- Membuat komponen mudah dibongkar dan didaur ulang.
- Mengutamakan daya tahan produk.
2. Bahan Baku Ramah Lingkungan dan Diperoleh secara Etis
Saat memilih bahan baku, produsen perlu memastikan keamanannya bagi lingkungan dan bahwa sumbernya bertanggung jawab.
Sebab, kedua faktor ini memiliki konsekuensi besar jika tidak diperhatikan, mulai dari penarikan produk, rusaknya reputasi perusahaan, hingga masalah hukum. Ada beberapa langkah untuk menerapkan prinsip ini, di antaranya:
- Memastikan sumbernya legal dan pihak pemasok mengelolanya secara bertanggung jawab.
- Memperhatikan dampak lingkungan, seperti emisi, pencemaran, dan kerusakan ekosistem.
- Memastikan proses pengadaan memperhatikan hak dan keselamatan pekerja.
3. Energi Terbarukan
Dalam penggunaan energi terbarukan, kini banyak perusahaan mulai beralih ke cara yang lebih menguntungkan. Salah satunya adalah membangun microgrid energi terbarukan, yaitu sistem listrik skala lokal yang dapat menghasilkan dan mengelola listrik secara mandiri. Sebagai contoh, perusahaan memasang panel surya untuk menghasilkan listrik.
Selain itu, perusahaan juga dapat menjadi prosumer, yaitu pihak yang menghasilkan sekaligus mengonsumsi listrik. Dengan cara-cara tersebut, penggunaan energi dapat menjadi lebih mandiri dan efisien.
Terkait energi terbarukan, PT Krakatau Chandra Energi (KCE), sebagai anak usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI Group) pada pilar daya, menyediakan 4 jenis panel surya yang bisa dimanfaatkan oleh industri dan sektor lainnya, yaitu panel surya On-Grid, On-Grid with Battery Backup, Off-Grid, dan Hybrid. Kami melayani pemasangan hingga perawatan instalasi panel surya untuk perusahaan Anda.
4. Daur Ulang dan Rantai Pasok Sirkular Berbasis AI
Konsep sustainable manufacturing sangat erat kaitannya dengan praktik daur ulang. Saat sebuah produk sudah tidak digunakan lagi, produsen dapat menerapkan sistem closed loop.
Caranya, produk lama dikumpulkan dan diproses, kemudian materialnya digunakan untuk membuat produk baru. Penerapan sistem ini berpotensi besar untuk mengurangi jumlah limbah industri.
Di era pesatnya perkembangan teknologi seperti sekarang, perusahaan bahkan dapat memanfaatkan AI untuk mengoptimalkan aliran material. Dalam konteks rantai pasok sirkular, AI dapat membantu perusahaan menganalisis data material, memperkirakan kebutuhan material, bahkan melacaknya.
5. Konservasi
Menyadari ketergantungannya pada sumber daya alam, banyak perusahaan mendukung upaya konservasi untuk menjaga lingkungan dan sumber daya tersebut. Dulu, dukungan ini sering terwujud dalam bentuk dana, tetapi sekarang sudah mulai meluas.
Banyak perusahaan mulai bekerja sama dan berkonsultasi dengan ahli konservasi untuk memahami cara menjaga lingkungan yang berkaitan dengan bisnis mereka. Wawasan yang mereka peroleh kemudian diterapkan di sepanjang rantai pasok perusahaan, mulai dari ranah karyawan, pemasok, hingga proses produksi.
Baca juga: Transisi Energi: Peran Penting & Teknologi yang Mendukungnya
Manfaat Sustainable Manufacturing bagi Bisnis 
Penerapan sustainable manufacturing dapat mendukung perusahaan dalam menjalankan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Berikut beberapa manfaat dari penerapan sustainable manufacturing yang sekaligus juga menjadi manfaat ESG bagi perusahaan:
- Meningkatkan efisiensi produksi: Melalui penggunaan teknologi predictive maintenance yang dapat mengurangi downtime dan biaya operasional.
- Mengurangi limbah produksi: Misalnya dengan menggunakan teknologi machine vision yang dapat mendeteksi cacat produk lebih cepat. Jadi, perusahaan dapat segera memisahkan atau memperbaiki produk yang bermasalah serta mengurangi jumlah produk yang terbuang.
- Meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan: Praktik sustainable manufacturing berpotensi memperkuat kepercayaan konsumen terhadap perusahaan, terutama konsumen yang mempertimbangkan aspek lingkungan dalam mengambil keputusan pembelian.
Bagaimana CDI Group Menjaga Keberlanjutan Proses Manufaktur?
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI Group) merupakan perusahaan yang berkomitmen menjalankan praktik sustainable manufacturing dalam berbagai lini usaha dan operasionalnya. Hal ini tercermin dalam beberapa langkah nyata, yaitu:
- Integrasi sumber energi terbarukan dengan kapasitas mencapai 2.199,82 kWp untuk membantu menurunkan emisi karbon.
- Karyawan KCE menanam 214 pohon di area KCE.
- Penerapan Sistem Pemantauan Emisi Berkelanjutan (CEMS) untuk melacak emisi udara secara real-time.
- Penggunaan teknologi Dry Low NOx Burner (DLN) untuk membantu mengurangi emisi NOx (nitrogen oxides) demi atmosfer yang lebih bersih dan sehat.
- Dukungan terhadap upaya daur ulang sampah plastik melalui program pihak ketiga Bank Sampah Binaan PT Krakatau Chandra Energi, yaitu Yayasan Al Busniyah.
Sekian penjelasan mengenai sustainable manufacturing sebagai praktik penting dalam membangun ekosistem produksi yang lebih menguntungkan dan bertanggung jawab.
Praktik ini dapat menjadi bagian dari penerapan ESG di Indonesia, yang membutuhkan komitmen dari berbagai divisi serta perhatian terhadap seluruh proses, baik di dalam maupun di luar pabrik.
Jika Anda mencari partner yang siap mendukung kebutuhan industri dan memperhatikan keberlanjutan dalam operasional, percayakan kepada CDI Group. Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda kepada CDI Group sebagai #YourGrowthPartner!
Baca juga: 5 Cara Menghemat Listrik Industri secara Berkelanjutan
Frequently Asked Questions (FAQ)
Jika membahas sustainable manufacturing, pertanyaan-pertanyaan ini cukup sering ditanyakan:
1. Apa Saja 4 Pilar Sustainability?
Empat pilar sustainability adalah keberlanjutan lingkungan, keberlanjutan ekonomi, keberlanjutan sosial, dan tata kelola.
2. Apa Perbedaan Antara Green Manufacturing dan Sustainable Manufacturing?
Green manufacturing berfokus pada proses produksi yang meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Sementara itu, fokus sustainable manufacturing bukan hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga mempertimbangkan faktor sosial dan ekonomi.
3. Apa yang Dimaksud dengan Industri Berkelanjutan?
Industri berkelanjutan adalah praktik operasional manufaktur yang menyeimbangkan kelestarian lingkungan dengan efisiensi pemanfaatan sumber daya alam.