Pemanfaatan energi surya terus berkembang sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik secara lebih efisien dan berkelanjutan. Salah satu sistem yang banyak diterapkan pada area dengan lahan luas adalah PLTS ground-mounted karena mampu menghasilkan daya berkapasitas besar sekaligus mendukung pemanfaatan renewable energy secara optimal.
Sistem ini banyak dimanfaatkan oleh sektor industri, komersial, hingga fasilitas umum yang membutuhkan pasokan listrik yang stabil dalam jangka panjang. Untuk memahami cara kerja, manfaat, serta penerapannya dengan lebih jelas, simak pembahasan selengkapnya dalam artikel ini.
Apa Itu PLTS Ground-Mounted?
PLTS ground-mounted adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dipasang di atas permukaan tanah menggunakan struktur penyangga khusus (mounting structure).
Berbeda dengan PLTS atap (rooftop solar), sistem ini memanfaatkan lahan terbuka sehingga mampu menampung lebih banyak panel surya dan menghasilkan listrik dengan kapasitas yang lebih besar.
Oleh karena itu, ground-mounted solar panel banyak digunakan di kawasan industri, fasilitas manufaktur, pergudangan, perkebunan, pertambangan, hingga proyek utilitas yang membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar.
Penerapan sistem ini juga memberikan fleksibilitas dalam menentukan arah dan sudut kemiringan panel surya agar dapat menangkap sinar matahari secara optimal. Dengan desain tersebut, perusahaan dapat memaksimalkan produksi energi listrik untuk operasional bisnis tanpa bergantung pada kondisi atau luas atap bangunan.
Keunggulan PLTS Ground-Mounted
PLTS ground-mounted menawarkan berbagai keunggulan bagi perusahaan yang ingin mengembangkan sumber energi terbarukan dalam skala besar. Dengan memanfaatkan lahan terbuka sebagai lokasi pemasangan, sistem ini dapat dirancang secara fleksibel untuk memenuhi kebutuhan energi berbagai sektor.
Adapun beberapa keunggulan penggunaan PLTS ground-mounted sebagai berikut:
1. Mendukung Produksi Energi dalam Skala Besar
PLTS ground-mounted memungkinkan pemasangan panel surya dalam jumlah yang lebih banyak sehingga mampu menghasilkan listrik berkapasitas tinggi.
Sistem ini dapat dirancang mulai dari ratusan kilowatt-peak (kWp) hingga beberapa megawatt-peak (MWp), sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan dan ketersediaan lahan.
2. Fleksibel dalam Perancangan Sistem
Penempatan panel surya di atas lahan terbuka memberikan keleluasaan dalam menentukan orientasi, jarak antarpanel, dan sudut kemiringan yang optimal.
Fleksibilitas tersebut membantu memaksimalkan penyerapan sinar matahari sehingga produksi listrik dapat berlangsung lebih efisien sesuai dengan kondisi lokasi.
3. Dapat Diimplementasikan pada Berbagai Jenis Lahan
PLTS ground-mounted dapat dibangun di berbagai jenis lahan, seperti kawasan industri, lahan kosong, area bekas industri, hingga lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Selama lokasi memiliki intensitas sinar matahari yang memadai dan memenuhi persyaratan teknis, sistem ini dapat dikembangkan untuk menghasilkan energi listrik secara ekonomis.
Baca juga: Sumber Energi Terbarukan: Investasi untuk Masa Depan Hijau
4. Memudahkan Operasi dan Pemeliharaan
Karena seluruh komponen berada di permukaan tanah, proses inspeksi, pembersihan panel, dan penggantian komponen dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Akses yang baik juga mendukung pelaksanaan pemeliharaan berkala sehingga performa sistem tetap optimal dan potensi gangguan operasional dapat diminimalkan.
5. Mendukung Target Keberlanjutan Perusahaan
Pemanfaatan energi surya melalui ground-mounted solar panel menjadi salah satu langkah nyata dalam transisi energi untuk mengurangi emisi karbon dari aktivitas operasional.
Selain mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sistem ini juga dapat membantu perusahaan memenuhi target dekarbonisasi, meningkatkan citra keberlanjutan, serta memperkuat daya saing di tengah meningkatnya permintaan akan praktik bisnis yang ramah lingkungan.
Perbedaan PLTS Ground-Mounted dan PLTS Atap
PLTS ground-mounted dan PLTS atap sama-sama memanfaatkan panel surya untuk mengubah energi matahari menjadi listrik. Namun, keduanya memiliki beberapa perbedaan dalam beberapa aspek. Lebih lanjut, Anda bisa mencermati perbedaannya pada tabel berikut:
|
Aspek |
PLTS Ground-Mounted |
PLTS Atap |
|
Lokasi pemasangan |
Dipasang di atas lahan terbuka menggunakan struktur penyangga (mounting structure). |
Dipasang pada atap bangunan yang sudah ada. |
|
Kapasitas sistem |
Dapat dirancang dengan kapasitas besar sesuai kebutuhan operasional dan luas lahan. |
Kapasitas disesuaikan dengan luas dan kondisi struktur atap. |
|
Fleksibilitas desain |
Posisi, orientasi, dan sudut kemiringan panel dapat dirancang secara optimal berdasarkan kondisi lokasi. |
Desain mengikuti bentuk, arah, dan kemiringan atap bangunan. |
|
Penerapan |
Umumnya digunakan pada kawasan industri, fasilitas manufaktur, proyek utilitas, pertambangan, atau perkebunan yang memiliki lahan yang memadai. |
Banyak diterapkan pada gedung perkantoran, fasilitas komersial, gudang, maupun pabrik yang ingin memanfaatkan area atap untuk menghasilkan energi. |
|
Pemeliharaan |
Komponen berada di permukaan tanah sehingga lebih mudah diakses untuk inspeksi dan perawatan. |
Pemeliharaan dilakukan di area atap sesuai dengan prosedur keselamatan yang berlaku. |
Baca juga: 6 Jenis Sumber Energi Alternatif Terbarukan untuk Masa Depan
Solusi Energi Surya Terintegrasi untuk Kebutuhan Industri dari CDI
Pemanfaatan PLTS ground-mounted dapat menjadi langkah strategis bagi perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung pencapaian target keberlanjutan.
Seiring meningkatnya kebutuhan akan energi bersih yang berkelanjutan, memilih mitra yang tepat menjadi langkah penting untuk mendukung keberhasilan implementasi PLTS.
Agar implementasinya berjalan optimal, perusahaan membutuhkan mitra yang tidak hanya menyediakan teknologi, tetapi juga memiliki pengalaman dan kompetensi dalam merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis.
Melalui pilar bisnis energi, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) menghadirkan berbagai solusi energi melalui anak usahanya, PT Krakatau Chandra Energi (KCE).
Hingga tahun 2025, KCE telah mengembangkan portofolio PLTS dengan total kapasitas 11 MWp untuk mendukung kebutuhan energi bersih di berbagai sektor industri.
KCE juga menawarkan 4 mekanisme instalasi panel surya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan, yaitu Solar On Grid (terhubung dengan jaringan listrik), Solar Off Grid (beroperasi secara mandiri menggunakan baterai), Solar On Grid with Battery Backup (terhubung ke jaringan listrik dengan dukungan baterai cadangan), serta Solar Hybrid yang menggabungkan beberapa sumber energi untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik.
Fleksibilitas tersebut memungkinkan setiap solusi dirancang sesuai dengan karakteristik bisnis dan kebutuhan energi pelanggan. Kepercayaan pelanggan juga menjadi bukti pengalaman KCE dalam menghadirkan solusi energi. Hingga 2025, KCE telah melayani lebih dari 200 pelanggan di sektor bisnis, industri, sosial, dan pemerintahan, serta lebih dari 1.500 pelanggan lainnya.
Dengan pengalaman tersebut, KCE terus mendukung pertumbuhan bisnis melalui solusi energi yang andal, efisien, dan berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen menjadi #YourGrowthPartner.
Jika perusahaan Anda sedang merencanakan implementasi PLTS ground-mounted, Anda bisa mempercayakan kebutuhan energi perusahaan Anda kepada CDI dan KCE.
Baca juga: Panel Surya Industri: Manfaat, Jenis, dan Cara Kerjanya