Sampai sekarang, banyak aktivitas harian masih bertumpu pada bahan bakar minyak, terutama untuk transportasi. Padahal, sumber energi fosil jumlahnya terbatas dan pemakaian berlebihan bisa memperburuk polusi, meningkatkan suhu Bumi, serta berdampak pada kesehatan.
Maka dari itu, memahami konsep renewable energy menjadi langkah penting. Renewable energy berasal dari sumber alami seperti matahari, angin, dan air yang dapat diperbarui secara terus-menerus. Penggunaannya membantu memenuhi kebutuhan energi tanpa membebani lingkungan secara berlebihan.
Lantas, apa itu renewable energy dan mengapa penerapannya semakin dibutuhkan? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.
Apa Itu Renewable Energy?

Renewable energy atau energi terbarukan adalah energi yang berasal dari sumber alam yang bisa diperbarui secara alami. Artinya, sumbernya tidak cepat habis karena terus tersedia. Contoh renewable energy mencakup cahaya matahari, angin, dan aliran air. Jenis energi ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang tanpa takut kehabisan.
Indonesia termasuk negara yang memiliki peluang besar dalam pengembangan energi terbarukan. Letak geografis yang dilalui garis khatulistiwa membuat paparan sinar matahari sangat melimpah sepanjang tahun.
Bukan hanya itu, potensi aliran air, angin, hingga panas bumi juga tersebar di banyak daerah. Dengan kekayaan sumber daya tersebut, pengembangan renewable energy di Indonesia memiliki prospek yang kuat untuk mendukung kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan.
Keunggulan alam tersebut bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada penggunaan batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Sumber energi fosil tersebut jumlahnya terbatas, terbentuk dalam waktu sangat lama, dan penggunaannya bisa merusak lingkungan jika tidak dikendalikan.
Berdasarkan IEA, produksi listrik secara global meningkat sejak 1990 hingga 2023. Pada 2023, total listrik yang diproduksi secara global, termasuk bauran energi terbarukan dan energi fosil, sudah lebih dari 29 juta GWh.

Dari grafik tersebut juga dapat dilihat bahwa selama bertahun-tahun batu bara masih menjadi sumber utama pembangkit listrik, lalu disusul gas alam, nuklir, dan tenaga air. Namun, dalam 10–15 tahun terakhir, mulai terlihat perubahan.
Energi angin dan surya berkembang sangat cepat. Keduanya semakin banyak digunakan dan mulai menggeser dominasi sumber energi lama yang kurang ramah lingkungan.
Khusus untuk listrik terbarukan yang tidak berasal dari pembakaran, jumlahnya hampir 9 juta GWh pada 2023. Tenaga air masih menjadi penyumbang terbesar, tetapi angin dan surya kini memberi kontribusi yang semakin besar. Sumber lain seperti panas bumi dan energi gelombang laut masih memiliki porsinya yang lebih kecil.
Secara sederhana, data ini menunjukkan bahwa dunia mulai bergerak ke arah energi yang lebih bersih. Meski bahan bakar fosil masih dipakai, peran energi terbarukan semakin kuat dan terus berkembang dari waktu ke waktu.
Baca juga: Sumber Energi Terbarukan: Investasi untuk Masa Depan Hijau
Jenis-Jenis Renewable Energy

Renewable energy hadir dalam berbagai bentuk dengan karakteristik dan cara kerja yang berbeda. Masing-masing memanfaatkan kekuatan alam sebagai sumber utama energi, sehingga bisa digunakan secara berkelanjutan tanpa khawatir cepat habis. Berikut beberapa jenis dan contoh renewable energy yang perlu Anda kenali:
1. Energi Surya
Energi surya berasal dari sinar matahari yang diolah menjadi listrik melalui panel surya. Cara kerjanya cukup sederhana. Panel akan menangkap cahaya matahari, lalu mengubahnya menjadi arus listrik yang bisa langsung digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Agar tetap bisa dipakai saat malam atau ketika cuaca mendung, listrik tersebut biasanya disimpan terlebih dahulu di dalam baterai. Jadi, meskipun matahari tidak bersinar, energi tetap tersedia.
Pemanfaatannya pun tidak terbatas pada penerangan saja. Energi dari matahari dapat digunakan untuk memanaskan air, membantu menjaga suhu ruangan, hingga mendukung proses memasak dengan teknologi tertentu. Fleksibilitas inilah yang membuat energi surya semakin diminati.
Melihat peluang besar ini, Krakatau Chandra Energi hadir sebagai penyedia solusi energi terbarukan. KCE merupakan anak usaha dari PT Chandra Daya Investasi yang berada di bawah naungan Chandra Asri Group.
Pada Desember 2024, Krakatau Chandra Energi membangun serta mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan kapasitas hingga 2.200 kWp sebagai bentuk dukungan terhadap peralihan menuju energi bersih.
Tersedia tiga pilihan sistem panel surya. Solar On Grid terhubung langsung ke jaringan listrik, Solar Off Grid bekerja mandiri dengan baterai penyimpanan, dan Solar Hybrid menggabungkan beberapa sumber energi agar lebih fleksibel.
Melalui solusi energi dari Krakatau Chandra Energi, Anda bisa mulai beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Krakatau Chandra Energi siap menjadi #YourGrowthPartner dalam mendukung penggunaan energi terbarukan yang lebih efisien dan sesuai kebutuhan.
2. Biomassa
Biomassa adalah sumber energi terbarukan yang berasal dari bahan alami makhluk hidup. Contohnya seperti kayu, arang, rumput, hingga kotoran hewan. Semua bahan ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi karena mengandung unsur organik yang dapat diolah menjadi panas atau listrik.
Secara umum, biomassa dibagi menjadi dua jenis. Biomassa tradisional biasanya banyak dipakai di daerah pedesaan, misalnya untuk memasak atau menghangatkan ruangan dengan kayu bakar.
Sementara itu, biomassa modern memanfaatkan tanaman yang memang ditanam khusus untuk kebutuhan energi, atau menggunakan sisa limbah pertanian dan kehutanan agar tidak terbuang percuma.
Cara paling sederhana dalam mengolah biomassa adalah dengan membakarnya secara langsung untuk menghasilkan panas. Dibandingkan dengan bahan bakar fosil, pembakaran biomassa cenderung menghasilkan emisi yang lebih rendah sehingga dianggap lebih ramah terhadap lingkungan.
Baca juga: Dorong Integrasi Infrastruktur, CDI Group Bangun Fasilitas Tangki Bitumen
3. Energi Angin
Energi angin dihasilkan dari hembusan udara yang bergerak. Angin tersebut memutar baling-baling pada turbin angin berukuran besar. Saat baling-baling berputar, energi geraknya diubah menjadi listrik.
Turbin angin bisa dipasang di daratan (onshore) maupun di tengah laut (offshore). Listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan ke jaringan listrik untuk memenuhi kebutuhan rumah, pabrik, hingga bangunan komersial.
Tempat yang paling cocok untuk pembangkit listrik tenaga angin biasanya berada di area terbuka dan jauh dari permukiman, seperti wilayah pantai atau lepas pantai. Di lokasi tersebut, angin cenderung bertiup lebih kencang dan stabil sehingga produksi listrik bisa lebih optimal.
4. Energi Panas Bumi
Energi panas bumi berasal dari panas alami yang ada di dalam perut Bumi. Suhunya sangat tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar 5.500°C di bagian inti Bumi. Panas ini tersimpan di lapisan bawah tanah dalam bentuk air panas atau uap.
Untuk memanfaatkannya, perlu dilakukan pengeboran hingga mencapai sumber panas tersebut. Air atau uap panas kemudian dialirkan ke permukaan melalui pipa.
Saat uap panas keluar, tekanannya digunakan untuk memutar turbin. Turbin yang berputar akan menggerakkan generator, lalu menghasilkan listrik. Jadi, panas dari dalam bumi diubah menjadi energi listrik yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan.
5. Energi Air
Energi air adalah sumber energi terbarukan yang memanfaatkan aliran air dari sungai, danau, atau waduk. Di lokasi dengan arus air yang deras, dipasang kincir atau turbin air. Ketika air mengalir dan memutar kincir tersebut, tercipta energi gerak.
Energi gerak ini kemudian digunakan untuk memutar generator sehingga menghasilkan listrik.
Namun, pembangkit listrik tenaga air sangat bergantung pada ketersediaan air. Jika curah hujan stabil dan debit air cukup, listrik bisa dihasilkan secara optimal. Sebaliknya, saat musim kemarau panjang, produksinya bisa menurun.
Baca juga: Apa itu Sutainable Energy? Kenali Manfaatnya!
Manfaat Renewable Energy

Beragam keunggulan energi terbarukan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kehidupan sosial dan ekonomi. Berikut beberapa manfaat utama yang bisa dirasakan jika pemanfaatannya semakin luas:
- Mengurangi pemanasan global: Energi terbarukan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang jauh lebih rendah, sehingga membantu memperlambat kenaikan suhu Bumi.
- Mengurangi ketergantungan pada energi fosil: Sumber seperti matahari, angin, dan air tersedia secara alami dan tidak mudah habis, sehingga pasokan energi tidak lagi bergantung pada cadangan minyak, batu bara, atau gas yang semakin terbatas.
- Mendukung ketahanan energi: Negara dapat memenuhi kebutuhan energinya sendiri tanpa terlalu bergantung pada impor, sehingga lebih stabil dan aman dari risiko krisis energi.
- Menjaga kesehatan dan lingkungan: Polusi udara dan pencemaran bisa ditekan, membuat kualitas udara lebih baik dan lingkungan tetap terjaga.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi: Pengembangan energi bersih membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Itulah penjelasan mengenai apa itu renewable energy hingga manfaatnya. Dari pengertian, jenis-jenisnya, hingga dampak positif yang bisa dirasakan, terlihat bahwa energi terbarukan bukan sekadar alternatif, melainkan kebutuhan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
Seiring meningkatnya kebutuhan energi, penggunaan sumber yang lebih bersih menjadi keputusan yang semakin relevan. Beralih ke energi terbarukan bukan hanya tentang mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tentang menjaga kestabilan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya dalam jangka panjang.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Krakatau Chandra Energi menghadirkan solusi panel surya yang dirancang untuk membantu pemenuhan listrik dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Melalui sistem yang efisien dan fleksibel, Anda dapat mulai mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber konvensional.
Temukan solusi energi terbarukan yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan mulai langkah menuju penggunaan energi yang lebih hemat dan berkelanjutan hari ini.
Baca juga: Potensi dan Alasan Pentingnya Investasi Energi Terbarukan



