Bagi pelaku usaha, penyimpanan produk memainkan peran yang sama pentingnya dengan proses produksi. Penyimpanan yang tidak sesuai berisiko menurunkan kualitas produk, terutama untuk produk yang harus terjaga kesegarannya. Di sinilah peran gudang cold storage dibutuhkan.
Keberadaan gudang cold storage terbilang penting sebelum produk didistribusikan kepada pelanggan melalui berbagai layanan logistik. Untuk mengetahui seluk-beluk gudang cold storage, mulai dari definisi, cara kerja, jenis, hingga manfaatnya, simak penjelasan berikut!
Apa Itu Gudang Cold Storage?
Gudang cold storage adalah gudang berpendingin khusus yang dirancang untuk menyimpan produk mudah rusak (perishable products) pada suhu dan kelembapan yang terkontrol. Pengendalian suhu di dalam gudang cold storage bertujuan untuk memperpanjang masa simpan produk dan mempertahankan kualitasnya.
Produk yang biasa disimpan dalam gudang cold storage antara lain hasil pertanian segar (buah dan sayur), susu dan turunannya (keju, yoghurt, mentega), daging, seafood, makanan beku, produk farmasi, serta vaksin.
Cara Kerja Gudang Cold Storage
Berikut ini gambaran cara kerja gudang cold storage, mulai dari sebelum produk masuk gudang hingga dikirim ke pelanggan:
1. Penerimaan Produk
Sebelum masuk ke gudang cold storage, produk harus melalui serangkaian proses penanganan di area bongkar muat dengan suhu terkendali. Di sini, produk akan dipindai, diberi nomor batch (lot number), dan suhunya akan diperiksa. Suhu produk saat tiba di gudang perlu dicantumkan dalam data batch produk yang masuk.
Pemeriksaan suhu pada tahap penerimaan produk ini bertujuan untuk memastikan suhu produk masih aman sebelum disimpan. Banyak gudang menargetkan agar produk tidak berada pada suhu ruangan lebih dari 20 menit sebelum dipindahkan ke ruang pendingin.
2. Penempatan Zona Penyimpanan
Setelah lolos tahap pemeriksaan, produk ditempatkan pada zona penyimpanan yang telah ditentukan oleh logika slotting dalam Warehouse Management System (WMS).
WMS adalah software manajemen gudang yang membantu perusahaan mengelola seluruh aktivitas penyimpanan, mulai dari penerimaan produk hingga pengiriman.
Melalui logika slotting, WMS menentukan lokasi penyimpanan berdasarkan jenis produk, prioritas pengambilan, serta tanggal kedaluwarsa. Misalnya, produk yang sering keluar ditempatkan di dekat area pengiriman, sedangkan produk yang jarang keluar disimpan di rak bagian belakang.
Baca juga: Apa Itu Warehouse Inventory? Ini Jenis & Tips Melakukannya
3. Rotasi Persediaan
Pada tahap ini, berlaku metode FIFO (First In, First Out) dan FEFO (First Expiry, First Out). Pada metode FIFO, produk yang pertama masuk ke gudang harus menjadi produk pertama yang keluar.
Sementara itu, pada metode FEFO, produk dengan masa kedaluwarsa paling dekat harus dikirim lebih awal, meskipun bukan produk pertama yang masuk ke gudang.
Metode FEFO akan lebih mudah diterapkan jika pengelolaan gudang menggunakan WMS. Pasalnya, WMS dapat membantu melacak tanggal kedaluwarsa setiap batch, kemudian menentukan produk mana yang harus diambil terlebih dahulu.
4. Pemantauan Suhu
Pemantauan suhu dalam gudang cold storage dilakukan secara otomatis menggunakan sensor dan berlangsung secara terus-menerus. Sensor suhu dipasang di setiap zona penyimpanan dan akan mengukur suhu pada interval waktu tertentu, misalnya setiap 5 hingga 15 menit.
Apabila suhu di zona tertentu keluar dari batas toleransi yang ditentukan, sistem akan mengirimkan notifikasi kepada supervisor atau tim yang bertanggung jawab.
Semua data suhu harus diarsipkan karena berfungsi sebagai compliance records, yakni bukti bahwa perusahaan telah menyimpan produk sesuai standar dan aturan yang berlaku di industri.
5. Pengiriman
Setelah diambil dari rak penyimpanan, produk yang termasuk dalam satu pesanan akan dikumpulkan, kemudian dimuat ke dalam kendaraan berpendingin.
Setiap produk yang keluar dari gudang cold storage harus disertai dokumen serah terima cold chain. Dokumen ini memuat beberapa informasi penting, di antaranya identitas produk, nomor batch, dan riwayat suhu selama penyimpanan.
Jenis-Jenis Gudang Cold Storage
Berdasarkan suhunya, gudang cold storage terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu refrigerated cold storage dan frozen cold storage. Selanjutnya, dua kategori ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda. Berikut rinciannya:
1. Refrigerated Cold Storage
Refrigerated cold storage memiliki suhu penyimpanan sekitar 2–8 °C. Rentang suhu ini tidak sampai membekukan produk, tetapi efektif untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menyebabkan produk cepat rusak.
Dalam praktiknya, ada beberapa fasilitas yang termasuk dalam kategori refrigerated cold storage, yaitu:
- Chill room: Memiliki suhu sekitar 0–4 °C. Umumnya digunakan untuk menyimpan hasil pertanian segar, produk dan olahan susu, serta minuman yang didinginkan.
- Controlled atmosphere storage (CA storage): Diatur pada suhu yang sama dengan chill room, namun dilengkapi dengan pengaturan gas, misalnya kadar oksigen dapat diturunkan atau kadar karbon dioksida dapat dinaikkan. Fasilitas ini biasa digunakan untuk menyimpan buah.
- Pharmaceutical cold room: Dirancang khusus untuk industri farmasi guna menyimpan vaksin, produk biologis, serta berbagai produk terapeutik lainnya. Fasilitas ini berada pada suhu 2–8 °C.
2. Frozen Cold Storage
Jenis gudang cold storage yang kedua adalah frozen cold storage yang mempertahankan suhu sekitar -18 °C hingga -30 °C. Frozen cold storage terbagi lagi menjadi beberapa fasilitas berikut:
- Freezer store: Mempunyai suhu antara -18 °C hingga -25 °C dan biasanya digunakan untuk menyimpan produk yang sudah beku, seperti es krim atau frozen food.
- Blast freezer: Suhunya sangat rendah, yaitu sekitar -30 °C hingga -40 °C. Fungsinya adalah membekukan produk dengan cepat, seperti daging sapi segar, seafood, dan komoditas pertanian bernilai tinggi (buah atau sayuran premium).
Baca juga: Apa Itu Gudang Logistik? Ini Pengertian, Fungsi, & Jenisnya
Manfaat Gudang Cold Storage
Dengan memanfaatkan gudang cold storage, perusahaan akan memperoleh sejumlah manfaat di bawah ini:
- Menjaga keamanan pangan: Suhu yang terkontrol di gudang cold storage membantu memperlambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan. Dengan demikian, keamanan pangan lebih terjaga.
- Meningkatkan efisiensi energi: Dengan sistem insulasi, perusahaan dapat mengefisienkan penggunaan energi dan mengurangi risiko kerugian akibat produk rusak.
- Mengoptimalkan kapasitas penyimpanan: Dengan gudang yang memiliki sistem rak bertingkat dan optimasi ruang vertikal, kapasitas penyimpanan akan lebih efisien dan perusahaan dapat menyimpan lebih banyak produk tanpa harus memperluas bangunan.
- Menjamin ketertelusuran produk: Gudang cold storage umumnya dilengkapi dengan sistem yang memungkinkan pelacakan riwayat produk. Hal ini sangat membantu saat muncul keluhan pelanggan atau ada rencana penarikan produk.
- Mengurangi paparan suhu dingin bagi pekerja: Dengan adanya gudang cold storage yang menggunakan WMS dan sistem otomasi, pekerja tidak perlu terlalu lama berada di ruangan yang dingin. Jadi, risiko gangguan kesehatan akibat paparan suhu rendah dapat diminimalkan.
Solusi Cold Storage Modern dari CDI
Setelah memahami jenis dan manfaat gudang cold storage, kini saatnya memilih fasilitas yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Pemilihan gudang cold storage yang tepat menjadi langkah awal untuk menjaga kualitas produk hingga diterima pelanggan, sekaligus meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.
Namun, fasilitas cold storage juga perlu didukung oleh sistem logistik yang tangguh. Jika Anda mencari mitra logistik yang juga menyediakan solusi cold storage modern, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) dapat diandalkan.
Melalui anak usahanya, yaitu PT Chandra Cold Chain (CCC), CDI menghadirkan layanan cold storage yang terintegrasi. CCC menyediakan fasilitas cold storage modern berkapasitas hingga 700+.
Seluruh layanan CDI didukung oleh teknologi canggih dan tenaga kerja terlatih. Jadikan CDI sebagai #YourGrowthPartner untuk mendukung operasional logistik yang lebih efisien dan meningkatkan daya saing bisnis!
Baca juga: Mengenal Armada Logistik, Jenis dan Fungsinya untuk Bisnis