Pressure tank berperan penting dalam menjaga kestabilan tekanan dan mendukung kelancaran sistem fluida di berbagai sektor industri. Penggunaannya berbeda dari tangki biasa maupun tangki bitumen yang dirancang untuk kebutuhan penyimpanan material tertentu.
Dalam operasional industri, fungsi pressure tank tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan fluida, tetapi juga membantu mengendalikan tekanan serta menjaga kinerja sistem perpipaan. Simak pembahasan berikut untuk memahami cara kerja, fungsi, dan jenisnya secara lebih lengkap.
Apa Itu Pressure Tank?
Pressure tank adalah tangki bertekanan yang dirancang untuk menyimpan fluida sekaligus membantu menjaga kestabilan tekanan dalam suatu sistem. Fluida adalah zat apa pun, termasuk cairan atau gas, yang dapat mengalir dengan mudah, berubah bentuk, dan mengikuti bentuk wadahnya.
Tangki bertekanan ini umumnya terintegrasi dengan pompa dan sistem perpipaan untuk mendukung kelancaran distribusi fluida dalam berbagai kebutuhan operasional.
Dalam sektor industri, pressure tank digunakan sebagai bagian dari sistem proses untuk menjaga kontinuitas aliran fluida, mengurangi fluktuasi tekanan, serta mendukung kinerja berbagai peralatan seperti pompa, kompresor, dan jaringan perpipaan.
Fungsi Pressure Tank
Dalam lingkungan industri, pressure tank bukan sekadar wadah untuk menyimpan fluida bertekanan. Komponen ini berperan dalam menjaga stabilitas tekanan agar proses produksi, distribusi, maupun penyimpanan dapat berlangsung dengan aman dan efisien. Berikut ini adalah beberapa fungsi pressure tank dalam operasional industri yang perlu Anda ketahui:
1. Meredam Lonjakan Tekanan (Water Hammer)
Pressure tank dapat membantu meredam perubahan tekanan yang terjadi secara tiba-tiba dalam sistem perpipaan, termasuk akibat perubahan kondisi operasi pompa.
Dengan tekanan yang lebih terkendali, beban pada pipa, sambungan, dan komponen sistem dapat diminimalkan sehingga mendukung keandalan dan keamanan operasional.
2. Menjaga Tekanan Air Tetap Stabil
Pressure tank memiliki fungsi yang berbeda dari tangki penyimpanan air konvensional. Selain menampung fluida, tangki ini dirancang untuk membantu mempertahankan tekanan air agar tetap berada dalam rentang yang sesuai di dalam jaringan pipa.
Dengan tekanan yang lebih stabil, kebutuhan air pada berbagai titik penggunaan dapat terpenuhi secara konsisten, termasuk saat beberapa peralatan beroperasi secara bersamaan.
3. Mengurangi Frekuensi Kerja Pompa
Pressure tank juga berperan dalam mengurangi frekuensi pompa menyala-mati. Ketika tangki masih memiliki tekanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sistem, pompa tidak perlu beroperasi setiap kali pengambilan air.
Kondisi ini membantu mengurangi start-stop cycle pada pompa sehingga penggunaan energi dan beban kerja komponen dapat lebih terkendali.
4. Menyediakan Pasokan Air Sementara
Pressure tank juga dapat menyediakan sejumlah air bertekanan ketika pompa belum beroperasi. Dalam kondisi seperti gangguan listrik atau pompa berhenti sementara, air yang tersimpan masih dapat dialirkan ke sistem selama kapasitas drawdown masih tersedia.
Drawdown adalah volume air yang dapat dikeluarkan dari pressure tank antara kondisi tekanan cut-out (pompa berhenti) dan cut-in (pompa kembali menyala).
Kendati demikian, pressure tank bukan merupakan sumber cadangan utama yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air pada gangguan operasional jangka panjang.
Baca juga: Laporan Tahunan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI)
Cara Kerja Pressure Tank
Cara kerja pressure tank pada dasarnya memanfaatkan tekanan udara di dalam tangki untuk menyimpan dan mendorong fluida ke dalam sistem saat dibutuhkan.
Ketika pompa mulai mengisi pressure tank, air masuk ke dalam tangki dan menekan udara yang ada di dalamnya. Proses ini berlangsung hingga tekanan mencapai batas cut-out, yaitu tekanan maksimum yang ditetapkan sebagai titik ketika pompa berhenti bekerja.
Setelah mencapai batas tersebut, pressure switch (saklar yang mengatur kerja pompa berdasarkan tekanan) akan mematikan pompa.
Saat air digunakan dalam sistem, udara yang sebelumnya terkompresi akan mendorong air keluar dari pressure tank menuju jaringan perpipaan.
Seiring berkurangnya volume air, tekanan di dalam tangki ikut menurun. Ketika mencapai batas cut-in, yaitu tekanan minimum yang menjadi titik pompa kembali beroperasi, pressure switch akan mengaktifkan pompa untuk mengisi tangki kembali.
Jenis Pressure Tank
Pressure tank dapat dibedakan berdasarkan mekanisme pemisahan antara air dan udara di dalam tangki. Setiap jenis memiliki karakteristik dan kebutuhan pemeliharaan yang berbeda. Berikut beberapa jenis pressure tank yang umum digunakan:
1. Diaphragm Tank
Diaphragm tank menggunakan membran elastis (diaphragm) untuk memisahkan ruang air dan ruang udara. Saat air masuk ke dalam tangki, membran akan tertekan sehingga udara di sisi lainnya menghasilkan tekanan yang diperlukan untuk mendukung distribusi air.
Jenis tangki ini umumnya sesuai untuk sistem dengan kebutuhan kapasitas yang relatif kecil, seperti gedung skala kecil hingga fasilitas dengan kebutuhan air yang tidak terlalu besar. Hal ini karena kapasitas drawdown cenderung terbatas.
2. Bladder Tank
Bladder tank dilengkapi kantong fleksibel (bladder) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan air, sedangkan udara bertekanan berada di luar kantong tersebut. Desain ini dapat mencegah kontak langsung antara air dan udara sehingga tekanan di dalam tangki dapat dipertahankan lebih konsisten.
Selain memiliki efisiensi yang baik, bladder pada beberapa model juga dapat diganti apabila mengalami kerusakan sehingga umur pakai tangki menjadi lebih panjang.
3. Air-over-Water Tank
Air-over-water tank tidak menggunakan membran atau bladder untuk memisahkan air dan udara. Keduanya berada dalam ruang tangki yang sama, dengan udara di bagian atas dan air di bagian bawah.
Konstruksinya relatif sederhana dan biaya awalnya dapat lebih rendah. Namun, sebagian udara dapat larut ke dalam air selama pengoperasian, sehingga tangki perlu diisi ulang secara berkala. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pemeliharaannya cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan diaphragm tank dan bladder tank.
Baca juga: Instalasi Pengolahan Air. Ini Fungsi dan Cara Kerjanya!
Perbedaan Pressure Tank dengan Tangki Biasa
Meskipun sama-sama digunakan untuk menampung air atau fluida, pressure tank dan tangki biasa memiliki fungsi serta karakteristik operasional yang berbeda.
Pressure tank dirancang untuk menyimpan fluida sekaligus mengatur dan mempertahankan tekanan dalam sistem. Sementara itu, tangki biasa umumnya berfungsi sebagai wadah penyimpanan fluida tanpa mekanisme pengendalian tekanan.
Dalam operasional industri, pressure tank lebih sesuai untuk sistem yang membutuhkan tekanan dan aliran stabil, sedangkan tangki biasa digunakan ketika kebutuhan utamanya adalah penyimpanan.
Solusi Air Industri dari CDI untuk Optimalkan Kinerja Pressure Tank
Pemilihan pressure tank yang tepat perlu didukung oleh pasokan air yang andal agar sistem industri dapat beroperasi secara optimal.
Sebagai perusahaan asosiasi PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI), PT Krakatau Tirta Industri (KTI) memiliki bisnis inti dalam menyediakan solusi air industri untuk berbagai sektor, termasuk memenuhi kebutuhan operasional Chandra Asri Group.
Dalam menjalankan layanannya, KTI memanfaatkan air baku yang berasal dari Sungai Cidanau, Sungai Cipasauran, dan Waduk Nadra Krenceng. Air tersebut diolah melalui fasilitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) sehingga menghasilkan pasokan air bersih yang mendukung berbagai kebutuhan operasional industri.
Salah satu fasilitas yang dioperasikan KTI adalah IPA Krenceng dengan kapasitas terpasang 1.800 liter per detik. Instalasi ini mengolah air baku yang bersumber dari Sungai Cidanau untuk memastikan ketersediaan air bersih yang konsisten bagi pelanggan industri.
KTI juga mengoperasikan IPA Cidanau yang didukung oleh tiga unit pompa intake, masing-masing berkapasitas 600 liter per detik. Pasokan air menuju instalasi ini didukung oleh Bendungan Cipasauran yang berlokasi sekitar 45 kilometer dari Cilegon ke arah Labuan dan berfungsi menaikkan muka air Sungai Cipasauran agar dapat dialirkan ke IPA Cidanau.
Melalui infrastruktur yang terintegrasi, KTI menghadirkan solusi air industri yang mendukung keberlangsungan operasional berbagai sektor industri. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan infrastruktur yang andal untuk mendukung pertumbuhan bisnis pelanggan, sejalan dengan semangat #YourGrowthPartner.
Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai solusi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Jangan ragu untuk mempercayakan kebutuhan solusi air industri perusahaan Anda kepada CDI dan KTI!
Baca juga: Mengenal ISO Tank serta Fungsinya pada Logistik Produk Cair