Dalam operasional industri, kualitas air dapat memengaruhi kelancaran proses produksi serta efisiensi pengolahan air limbah. Oleh karena itu, pemilihan teknologi pengolahan air yang tepat menjadi faktor penting bagi berbagai sektor industri.
Dissolved Air Flotation adalah salah satu teknologi yang banyak digunakan untuk membantu memisahkan padatan tersuspensi, minyak, dan lemak dari air. Untuk memahami cara kerja, kegunaan, dan keunggulannya, simak pembahasan berikut sampai selesai.
Apa Itu DAF dalam Manufaktur?
DAF, yang merupakan singkatan dari Dissolved Air Flotation, adalah metode pengolahan air yang memanfaatkan gelembung udara berukuran mikro untuk memisahkan padatan tersuspensi, minyak, lemak, dan kontaminan lainnya dari air.
Metode ini banyak diterapkan pada sistem pengolahan air bersih dan air limbah di berbagai sektor industri sebagai bagian dari rangkaian tahap prapengolahan (pretreatment).
Dalam operasionalnya, DAF umumnya digunakan sebagai tahap prapengolahan untuk mengurangi beban kontaminan sebelum air memasuki proses pengolahan berikutnya.
Cara Kerja Dissolved Air Flotation
Dalam penerapannya di industri, proses DAF dapat dikombinasikan dengan koagulan dan flokulan untuk membantu mengikat partikel berukuran kecil menjadi flok yang lebih mudah dipisahkan. Secara umum, cara kerja DAF berlangsung melalui beberapa tahapan berikut:
1. Prapengolahan dan Koagulasi-Flokulasi
Air limbah dapat melalui proses prapengolahan sebelum memasuki unit DAF. Jika diperlukan, koagulan dan flokulan ditambahkan untuk membantu menggabungkan partikel berukuran kecil menjadi flok yang lebih besar sehingga lebih mudah ditangkap oleh gelembung udara selama proses flotasi. Flok sendiri adalah kumpulan partikel yang telah bergabung sehingga lebih mudah dipisahkan dari air.
2. Pelarutan Udara
Sebagian aliran air disirkulasikan ke tangki bertekanan (pressure tank). Di dalam tangki tersebut, udara dilarutkan ke dalam air pada tekanan tinggi, sekitar 3–6 bar. Air yang telah mengandung udara terlarut kemudian dialirkan kembali ke unit flotasi.
3. Pelepasan Tekanan dan Pembentukan Gelembung Mikro
Air yang kaya akan udara terlarut dilepaskan melalui katup penurun tekanan menuju tangki flotasi melalui pressure release valve. Perubahan tekanan tersebut menyebabkan udara keluar dari larutan dalam bentuk gelembung mikro berukuran sangat kecil.
4. Flotasi Kontaminan
Gelembung mikro kemudian menempel pada flok, minyak, lemak, dan padatan tersuspensi dalam air limbah. Gabungan antara gelembung dan kontaminan menjadi lebih ringan sehingga bergerak ke permukaan tangki dan membentuk lapisan material yang mengapung.
5. Pemisahan Material dan Air Hasil Olahan
Kontaminan yang telah mengapung di permukaan akan membentuk lapisan float sludge atau lumpur terapung. Lapisan ini kemudian diangkat menggunakan skimmer, yaitu alat mekanis yang berfungsi mengumpulkan material yang mengapung di permukaan tangki.
Sementara itu, air yang telah mengalami proses pemisahan akan keluar melalui bagian bawah tangki untuk diteruskan ke tahap pengolahan berikutnya atau disesuaikan dengan kebutuhan operasional sistem pengolahan air limbah industri.
Baca juga: Apa Saja Parameter Kualitas Air? Ini Daftar Indikatornya
Keunggulan Dissolved Air Flotation
Dissolved Air Flotation (DAF) memiliki sejumlah keunggulan dalam mendukung proses pengolahan air dan air limbah industri. Berikut beberapa di antaranya:
- Efektif menghilangkan padatan tersuspensi: Dissolved Air Flotation mampu memisahkan padatan tersuspensi, minyak, lemak, dan partikel ringan yang sulit mengendap dengan metode sedimentasi konvensional.
- Mampu menangani partikel yang sulit mengendap: Berbeda dengan sedimentasi yang mengandalkan gaya gravitasi, DAF memanfaatkan gelembung mikro untuk mengangkat partikel yang memiliki massa jenis mendekati air, seperti minyak, lemak, ganggang, maupun flok biologis, sehingga lebih mudah dipisahkan.
- Proses pengolahan relatif cepat: Mekanisme flotasi memungkinkan proses pemisahan berlangsung dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan metode pengendapan konvensional. Hal ini dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional, terutama pada fasilitas industri dengan kapasitas pengolahan yang besar.
- Membutuhkan ruang instalasi yang lebih ringkas: Unit DAF umumnya memiliki desain yang lebih kompak dibandingkan dengan kolam sedimentasi dengan kapasitas serupa. Keunggulan ini menjadikannya pilihan yang sesuai untuk industri yang memiliki keterbatasan lahan.
- Fleksibel untuk berbagai kebutuhan operasional: Sistem DAF dapat disesuaikan dengan karakteristik air limbah serta target kualitas air yang ingin dicapai. Pengaturan parameter operasi, seperti tekanan, laju aliran, serta penggunaan koagulan dan flokulan, dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan masing-masing industri.
- Membantu mengurangi beban proses pengolahan lanjutan: Dengan memisahkan sebagian besar padatan tersuspensi, minyak, dan lemak pada tahap awal, DAF dapat mengurangi beban pada proses biologis maupun pada unit pengolahan berikutnya. Hal ini berpotensi meningkatkan kinerja keseluruhan sistem pengolahan air limbah industri.
Baca juga: Mengenal Membrane Bioreactor pada Pengolahan Air Limbah Industri
Kegunaan Dissolved Air Flotation
Dalam pengolahan air dan air limbah industri, Dissolved Air Flotation (DAF) digunakan untuk memisahkan kontaminan tertentu melalui proses flotasi. Secara umum, beberapa kegunaannya meliputi:
- Mengurangi padatan tersuspensi (TSS).
- Memisahkan minyak dan lemak (FOG).
- Menurunkan beban BOD dan COD.
- Meningkatkan efisiensi pengolahan lanjutan.
- Mendukung pengolahan air limbah industri di berbagai sektor, seperti pertambangan serta industri minyak dan gas.
- Mengembalikan minyak dan lemak yang masih bernilai dari air limbah pada proses produksi makanan agar dapat digunakan kembali.
Perbedaan Dissolved Air Flotation dan Sedimentasi
Meskipun sama-sama digunakan dalam pengolahan air dan air limbah, DAF dan sedimentasi memiliki prinsip kerja serta karakteristik yang berbeda. Berikut perbedaannya:
|
Aspek |
Dissolved Air Flotation (DAF) |
Sedimentasi |
|
Prinsip kerja |
Memanfaatkan gelembung udara mikro untuk mengangkat kontaminan ke permukaan. |
Memanfaatkan gaya gravitasi untuk mengendapkan partikel ke dasar bak. |
|
Mekanisme pemisahan |
Kontaminan mengapung di permukaan lalu diangkat menggunakan skimmer. |
Partikel mengendap di dasar bak dan dikeluarkan sebagai lumpur (sludge). |
|
Jenis kontaminan |
Efektif untuk minyak, lemak, TSS, dan partikel ringan yang sulit mengendap. |
Lebih efektif untuk partikel dengan massa jenis lebih besar daripada air. |
Mari Olah Air Limbah Industri Lebih Efektif Bersama CDI
Pengelolaan air limbah yang tepat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasional industri. Oleh karena itu, sebuah perusahaan membutuhkan dukungan fasilitas dan layanan pengolahan air yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik air limbah yang dihasilkan.
Sebagai perusahaan asosiasi PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI), PT Krakatau Tirta Industri (KTI) menyediakan solusi air industri yang terintegrasi, mulai dari penyediaan air bersih, pengolahan air demineralisasi, hingga pengolahan air limbah industri.
Dalam pilar pengolahan air limbah, KTI melalui anak perusahannya, PT Krakatau Blue Water (KBW), yang merupakan joint venture dengan Blue O&M Co Ltd., guna mendukung pengolahan air limbah dengan teknologi konvensional dan membran untuk menurunkan kadar pencemar.
KTI juga mengoperasikan Wastewater Recycling Plant (WRP) yang memungkinkan air hasil pengolahan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan tertentu sehingga mendukung efisiensi penggunaan air dalam operasional industri, misalnya pada sistem pendingin gedung.
Selain fasilitas pengolahan, KTI menyediakan layanan Operation & Maintenance (O&M) untuk mendukung pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas pengolahan air limbah industri.
Jadi, jika Anda membutuhkan solusi air industri, termasuk pengolahan air demineralisasi maupun pengolahan air limbah, percayakan kebutuhan perusahaan Anda kepada CDI dan KTI.
Untuk mengetahui informasi lebih lengkap atau mendiskusikan kebutuhan pengolahan air industri, hubungi kami untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional Anda.
Dengan semangat #YourGrowthPartner, CDI dan KTI siap mendukung kebutuhan pengelolaan air industri yang andal dan berkelanjutan.
Baca juga: Apa Itu SWRO? Ini Pengertian, Cara Kerja, dan Ragam Manfaatnya