Air bersih adalah bagian dari kebutuhan inti berbagai sektor, baik rumah tangga atau industri. Air bersih untuk industri digunakan pada proses operasional dan pencucian mesin. Air yang digunakan pun harus memiliki standar tertentu agar tidak merusak mesin.
Artikel ini membahas pengolahan air bersih untuk industri. Jadi, cermati artikel ini hingga akhir untuk mengetahui informasinya!
Mengapa Air Bersih untuk Industri Penting?

Sektor industri, seperti industri manufaktur, adalah salah satu konsumen air bersih terbesar secara global. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk memastikan bahwa standar kebutuhan air bersih untuk industri tetap terpenuhi.
Standar baku mutu air untuk industri dan perusahaan di Indonesia diatur pada Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Peraturan ini mengatur bahwa setiap penanggung jawab lingkungan, termasuk industri, wajib mewujudkan media air yang memenuhi persyaratan kesehatan.
Contoh penggunaan air bersih pada sektor industri adalah untuk cooling system, boiler, dan air baku untuk pabrik komponen otomotif.
Pengolahan air bersih untuk industri umumnya melibatkan pengondisian air dengan mengurangi atau menghilangkan karakteristik tertentu. Pengondisian ini bisa dilakukan dengan menghilangkan gas terlarut, mengatur pH sesuai standar baku mutu air, demineralisasi, dan disinfeksi.
Kemudian, pengolahan air bersih pada sektor industri dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:
- Mengurangi kerusakan peralatan: Air yang mengandung padatan atau ketidakmurnian lainnya dapat merusak mesin atau membuat performanya kurang efisien sehingga berdampak pada alur produksi.
- Mencegah pengerakan pada mesin: Ketidakmurnian air dan sisa mineral yang terkandung di dalamnya bisa mengendap pada mesin dan menimbulkan kerak. Kerak yang tidak tertangani dapat berujung pada karat, kerusakan mesin, kebocoran, dan permasalahan lainnya yang dapat mengurangi efisiensi kinerja mesin.
- Memastikan kesehatan dan keamanan: Air yang mengandung bakteri dapat mengontaminasi produk yang dibuat atau membuat karyawan sakit. Jadi, air harus bersih, aman, dan sehat.
- Meningkatkan efisiensi proses operasional dan menghemat biaya: Karena air yang digunakan bersih dan sesuai standar, mesin bisa beroperasi dengan baik, tidak sering error, dan membutuhkan sedikit perawatan. Hal ini tentu dapat menghemat biaya operasional.
Baca juga: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL): Fungsi dan Tahapannya!
Metode Pengolahan Air Bersih untuk Industri

Untuk bisa mendapatkan air bersih, Anda bisa memilih metode di bawah ini sesuai dengan kebutuhan perusahaan:
1. Filtrasi
Filtrasi adalah metode pengolahan air bersih yang bertujuan untuk menghilangkan ketidakmurnian dan partikel dari air. Saat ini, banyak bermunculan teknik filtrasi air, seperti nanofiltrasi dan ultrafiltrasi.
Nanofiltrasi menggunakan membran dengan pori-pori yang sangat kecil sehingga bisa menyaring kontaminan berukuran nano, seperti beberapa jenis bakteri dan virus.
Nanofiltrasi juga bisa menyaring ion organik, ion anorganik, dan logam berat. Alhasil, metode ini cocok untuk mengolah air minum.
Sementara itu, ultrafiltrasi menggunakan membran dengan pori-pori yang lebih besar dari nanofiltrasi. Fungsinya adalah untuk menyaring kontaminan yang lebih besar, seperti mikroorganisme dan endapan. Metode ini biasanya digunakan untuk pengolahan air limbah.
2. Reverse Osmosis (RO)
Reverse osmosis (RO) adalah salah satu metode pengolahan air modern yang banyak digunakan di industri. RO menggunakan membran semi-permeable untuk menangkap ion, mineral, dan kontaminan. Jadi, air yang dihasilkan sangat murni.
3. Elektrokoagulasi
Untuk menghilangkan logam berat, Anda bisa menggunakan metode elektrokoagulasi. Cara kerjanya adalah dengan menggunakan listrik untuk menghilangkan kontaminan tanpa bergantung pada zat kimia.
4. Sedimentasi
Sedimentasi adalah metode penting pada tahapan pengolahan air bersih untuk industri. Metode ini mengendapkan kontaminan di dasar wadah sehingga bisa dipisahkan dari air. Sedimentasi dapat mengurangi kekeruhan air dan meningkatkan efisiensi metode pemurnian air selanjutnya.
5. Pergantian Ion
Metode ini menghilangkan ion yang berbahaya dan tidak dibutuhkan untuk proses industri serta menggantinya dengan ion yang lebih cocok untuk proses tersebut. Biasanya, metode ini dilakukan dengan resin khusus.
6. Koagulasi dan Flokulasi
Koagulasi dan flokulasi digunakan untuk menghilangkan polutan serta mikroorganisme dari air. Untuk melakukannya, Anda perlu memasukkan zat kimia koagulan atau flokulan. Ketika dicampurkan dengan air, koagulan akan menggumpalkan polutan sehingga lebih mudah dibuang.
Baca juga: Air Demin untuk Industri: Fungsi dan Proses Pembuatannya
Proses Pengolahan Air Bersih untuk Industri

Proses pengolahan air bersih untuk industri terjadi dalam beberapa tahapan, di antaranya:
1. Penyaringan
Air akan disaring untuk menghilangkan kotoran, pasir, dan padatan. Metode yang lazim digunakan adalah sedimentasi, flokulasi, dan filtrasi.
2. Pengolahan Primer
Pengolahan ini berfungsi untuk menghilangkan polutan yang masih lolos dari proses penyaringan. Pada tahap ini, sedimentasi lanjutan atau pemisahan menggunakan gaya gravitasi bisa dilakukan.
3. Pengolahan Sekunder
Pada tahap ini, zat organik akan dihilangkan secara biologis. Metode ini bisa menggunakan mikroorganisme, oksigen untuk mendukung pertumbuhan mikroba, serta kombinasi pengolahan biologis dan membran filtrasi.
4. Pengolahan Tersier
Pengolahan ini menggunakan zat kimia atau sinar matahari untuk membersihkan sisa-sisa ketidakmurnian. Selain zat kimia, Anda juga bisa menggunakan metode filtrasi lanjutan, reverse osmosis, atau penyaringan dengan karbon aktif.
Solusi Air Bersih untuk Industri
Air bersih merupakan salah satu kebutuhan primer untuk industri. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan air bersih untuk industri dapat mendukung efisiensi proses operasional serta menghemat anggaran perusahaan karena tidak sering memperbaiki alat yang rusak.
Jika perusahaan Anda membutuhkan intalasi air bersih untuk industri, pastikan untuk memercayakannya pada Chandra Daya Investasi, #YourGrowthPartner! Melalui perusahaan afiliasi kami, yaitu Krakatau Tirta Industri, kami menawarkan solusi air industri untuk perusahaan Anda!
Kami mendapatkan sumber air baku dari Sungai Cidanau, Sungai Cipasauran, dan Waduk Nadra Krenceng.
Kami mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Krenceng dan Instalasi Pengolahan Air Cidanau dengan kapasitas 1.800 liter/detik dan 600 liter/detik.
Jadi, percayakan kebutuhan air bersih untuk industri perusahaan Anda pada Chandra Daya Investasi dan Krakatau Tirta Industri!
Baca juga: 6 Jenis Sumber Energi Alternatif Terbarukan untuk Masa Depan