Air limbah, baik dari industri maupun domestik, adalah salah satu penyebab pencemaran air dan tanah. Alhasil, setiap sektor yang menghasilkan air limbah perlu melakukan penanganan yang aman dan ramah lingkungan.
Di sinilah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berperan. IPAL adalah fasilitas yang mengolah air limbah dengan beragam tahapan hingga akhirnya dapat digunakan kembali untuk kebutuhan industri atau dibuang ke sungai tanpa mencemari lingkungan.
Artikel ini membahas seluk-beluk instalasi pengolahan air limbah. Untuk itu, simak artikel ini hingga akhir untuk mempelajari informasi selengkapnya!
Apa Itu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)?

Instalasi pengolahan air limbah adalah struktur yang dirancang khusus untuk membersihkan air limbah, seperti air bekas proses operasional industri dan air yang mengandung kotoran dari aktivitas sehari-hari.
Air limbah dapat berasal dari aktivitas manusia, misalnya air yang sudah tercemar oleh sisa makanan, sabun, minyak dari proses memasak, urin, dan feses.
Selain itu, proses operasional pabrik dan aktivitas pertanian juga dapat menghasilkan air limbah. Air ini nantinya akan dikumpulkan di satu fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk diolah lebih lanjut sebelum dibuang atau dimanfaatkan kembali.
Keberadaan IPAL sangatlah penting bagi komunitas dan industri. Bahkan, Pemerintah Indonesia telah mengatur pengolahan air limbah dalam Undang-Undang Perlindungan Lingkungan Hidup (PPLH) Nomor 31 Tahun 2009.
Itulah mengapa setiap perusahaan harus memiliki instalasi pengolahan air limbah sendiri sesuai dengan aturan dan baku mutu lingkungan. Air limbah yang dilepaskan ke lingkungan atau dimanfaatkan kembali juga harus sesuai dengan parameter yang ditentukan, misalnya kadar amonia, bakteri, dan pH-nya.
Baca juga: Dorong Integrasi Infrastruktur, CDI Group Bangun Fasilitas Tangki Bitumen
Mengapa Instalasi Pengolahan Air Limbah Penting?
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, instalasi pengolahan air limbah berfungsi untuk mengolah air bekas pakai agar aman dan ramah lingkungan.
Selain itu, IPAL membantu menjaga ekosistem, seperti sungai dan rawa, dari pencemaran air. Hal ini dikarenakan air bekas pakai yang dibuang ke perairan sudah diolah melalui berbagai tahap.
Lalu, IPAL juga menjaga kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitar perairan dan memanfaatkan sumber air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. IPAL akan menghilangkan zat kimia, bakteri, dan kotoran dari air limbah sehingga lebih aman digunakan kembali, termasuk oleh makhluk hidup lainnya.
Lebih lanjut, IPAL dapat mendukung prinsip ekonomi sirkular, di mana air limbah yang sudah diolah bisa digunakan untuk proses operasional pabrik lainnya sehingga tidak selalu berakhir dibuang.
Baca juga: Pengolahan Air Bersih untuk Industri: Metode dan Tahapannya
Jenis Instalasi Pengolahan Air Limbah

Terdapat beberapa jenis instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai dengan peruntukannya. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. IPAL Industri
IPAL industri adalah fasilitas yang didesain untuk mengolah air bekas proses operasional, baik pada perusahaan atau pabrik. IPAL industri disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan karena setiap pabrik memiliki air limbah dengan kandungan dan sifat yang berbeda. Misalnya, IPAL untuk pabrik plastik akan berbeda dengan pabrik farmasi.
Contoh instalasi pengolahan air limbah industri adalah layanan solusi air dari Chandra Daya Investasi. Sebagai #YourGrowthPartner dan anak perusahaan Chandra Asri Group, Chandra Daya Investasi melayani pengolahan air limbah melalui Krakatau Tirta Industri (KTI).
Solusi air dari kami memastikan kepatuhan terhadap standar kualitas lingkungan dan memungkinkan penggunaan kembali air limbah yang sudah diolah. KTI mengelola operation and maintenance IPAL Biotreatment Blast Furnace Kompleks PT Krakatau Steel yang berkapasitas 32 m3/jam dan memanfaatkan proses pengolahan air secara biologis.
Tidak hanya itu, PT Krakatau Blue Water sebagai perusahaan patungan KTI dengan Blue O&M Ltd. turut mengoperasikan IPAL akhir berkapasitas 17.000 m3/hari. Lebih lanjut, KTI juga mengolah air buangan gedung untuk kemudian digunakan kembali untuk sistem pendingin gedung.
2. IPAL Komunal
IPAL komunal adalah fasilitas yang bertugas untuk mengolah air limbah di satu wilayah tertentu. Biasanya, IPAL jenis ini ditemukan di perumahan padat penduduk atau kawasan apartemen. IPAL komunal umumnya dikelola secara kolektif oleh lembaga atau pengurus lingkungan yang diberi tanggung jawab.
Mekanismenya adalah sistem pembuangan setiap rumah akan terhubung ke sebuah saluran yang mengarah ke IPAL komunal pusat. Jenis ini cocok untuk kawasan yang tidak memungkinkan untuk menggunakan IPAL mandiri, mengingat IPAL harus dipasang dengan jarak dan kedalaman tertentu.
3. IPAL Mandiri
IPAL mandiri adalah instalasi pengolahan air limbah sederhana yang sering ditemukan di rumah atau bangunan pribadi. Ukurannya disesuaikan dengan jumlah penghuni bangunan. Penghuni harus bertanggung jawab dalam mengolah IPAL-nya masing-masing.
4. IPAL Rumah Sakit
IPAL ini didesain khusus untuk mengolah limbah medis dari rumah sakit. Hal ini dikarenakan limbah medis dapat mengandung obat-obatan, zat kimia, bakteri, dan virus infeksius.
5. IPAL Pertanian
IPAL pertanian digunakan untuk mengolah air limbah hasil agrikultur, seperti kotoran hewan ternak atau proses pengolahan produk hasil tani.
Baca juga: Air Denim untuk Industri: Fungsi dan Proses Pembuatannya
Tahapan Instalasi Pengolahan Air Limbah

Terdapat sejumlah tahapan dalam mengolah air limbah, seperti tahapan kimia, fisik, dan biologis. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:
1. Pengolahan Awal
Pertama, air limbah akan disaring untuk memisahkan padatan yang ikut terbuang, seperti kerikil, kayu, plastik, pasir, dan lain-lain. Apabila tidak dipisahkan, padatan tersebut dapat merusak alat pengolahan air limbah. Pada tahap ini, beberapa IPAL juga menyaring lemak dengan degreaser.
2. Pengolahan Primer
Setelah air bebas dari partikel besar, air limbah akan diolah secara primer untuk menghilangkan padatan yang masih lolos, seperti pasir halus. Metode yang sering digunakan pada tahapan ini adalah sedimentasi dan flokulasi.
Air limbah akan diendapkan hingga partikel halus mengapung di permukaan air atau tenggelam di dasar wadah. Alhasil, endapan partikel bisa dibuang. Pada tahap ini, agen basa dan asam juga ditambahkan untuk menetralkan pH.
3. Pengolahan Sekunder
Tahapan ini dilakukan secara biologis menggunakan mikroorganisme untuk menghilangkan zat organik pada air limbah. Salah satu metode yang paling umum untuk tahapan ini adalah lumpur aktif.
Bakteri pada lumpur aktif akan memakan zat organik pada air. Kondisi pengolahan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya secara aerobik atau anaerobik. Setelah proses selesai, air akan disaring dari lumpur dan diolah ke tahap selanjutnya.
4. Pengolahan Tersier
Di sini, air limbah akan ditingkatkan kualitasnya agar lebih aman untuk digunakan kembali atau dibuang ke perairan. Anda bisa melakukan disinfeksi dengan zat kimia seperti klorin, menyaring dengan lapisan pasir, atau menggunakan sinar UV.
5. Pembuangan atau Pemanfaatan Kembali
Air limbah yang sudah memenuhi standar keamanan dapat dibuang ke sungai atau laut, atau dimanfaatkan kembali untuk proses operasional perusahaan, misalnya untuk cooling system mesin pabrik atau pembangkit listrik.
Demikian informasi terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang perlu dipahami. Fasilitas ini berperan penting dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan kelestarian lingkungan.
Apabila perusahaan Anda membutuhkan layanan pengolahan air limbah industri, percayakan pada Chandra Daya Investasi dan perusahaan afiliasi kami, Krakatau Tirta Industri!
Baca juga: CDI Group Perkuat Rantai Pasok Industri Kimia dengan Meluncurkan Armada Kapal Kimia Baru