Dalam industri modern berskala besar, air bukanlah bahan baku semata. Lebih dari itu, air termasuk komponen kritis yang dapat menentukan umur panjang mesin produksi.
Penggunaan air keran biasa atau air tanah kerap kali mendatangkan risiko kerak mineral yang mampu merusak komponen krusial. Di sinilah, air demin untuk industri berperan vital.
Air hasil demineralisasi saat ini menjadi standar bagi kebutuhan air di industri berbasis kualitas. Bahkan, disebut sebagai tulang punggung operasional industri. Mengapa demikian?
Pasalnya, air yang menawarkan solusi murni dan bebas dari berbagai mineral pengotor ini diyakini dapat mengatasi risiko penghambat proses produksi.
Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai pengertian, proses pembuatan, hingga fungsi air demin untuk industri. Jadi, simak sampai akhir.
Apa Itu Air Demin?

Air demin adalah air yang tidak memiliki kandungan mineral di dalamnya, seperti kalsium, magnesium, hingga berbagai ion logam lainnya.
Sebutan lain dari jenis air ini adalah purified water sebab telah melewati serangkaian proses pengolahan untuk menghilangkan mineral terlarut sehingga benar-benar murni.
Pada dasarnya, metode yang diterapkan untuk mendemineralisasi air cukup beragam dan tidak semuanya dapat meniadakan kandungan mineral pada air.
Oleh karena itu, istilah tersebut lebih mengacu pada penggambaran proses pertukaran ion yang digunakan untuk membuang hampir seluruh kontaminan mineral ionik.
Tetapi, apakah air demin untuk industri aman untuk dikonsumsi? Para ahli kesehatan umumnya tidak menyarankan masyarakat untuk meminum air yang telah didemineralisasi.
Menurut penelitian pada jurnal Environmental International, dijelaskan bahwa mengonsumsi air dengan tingkat kandungan mineral rendah berisiko meningkatkan karies gigi.
Lebih lanjut, studi Environ Health (2024) pun mengungkapkan bahwa minum air yang sangat murni (telah dihilangkan mineralnya) dalam jangka panjang dapat memberikan efek merugikan, yaitu penurunan kualitas asupan nutrisi tertentu.
Inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa air demin untuk industri lebih sering ditemukan. Misalnya, untuk membersihkan alat-alat atau mesin di pabrik.
Baca juga: Pengolahan Air Bersih untuk Industri: Metode dan Tahapannya
Proses Pembuatan Air Demin

Seperti yang telah dijelaskan, ada berbagai metode pemurnian air. Beberapa metode paling umum untuk menghasilkan air demin adalah distilasi, reverse osmosis, deionisasi, dan elektrodialisis. Adapun penjelasannya, yaitu sebagai berikut.
1. Distilasi
Distilasi merupakan proses yang dilakukan dengan memanaskan air sampai muncul uap panas. Uap tersebut selanjutnya ditampung serta didiamkan hingga mendingin.
Uap yang telah dingin akan berubah menjadi air. Proses itulah yang akan memisahkan kandungan mineral dan garam dari air hingga benar-benar hilang.
Selama proses pemanasan, metode yang telah digunakan selama bertahun-tahun untuk memurnikan air ini pun bisa menghilangkan beberapa jenis mikroba tertentu, seperti bakteri dan protozoa.
Tidak hanya itu, proses distilasi mampu melenyapkan logam berat maupun kontaminan yang sifatnya berbahaya sehingga menghasilkan air demineralisasi berkualitas.
Hanya saja, metode ini dinilai kurang praktis, terutama untuk penggunaan di lingkungan perumahan. Pasalnya, memerlukan peralatan khusus yang cenderung rumit.
2. RO (Reverse Osmosis)
Metode demineralisasi ini sering kali diaplikasikan di rumah. Melalui sistem pembalikan proses osmosis alami, air yang dihasilkan dinilai aman, bersih, dan tersaring dengan baik.
Reverse osmosis dikenal pula sebagai filtrasi membran dan hiperfiltrasi. Dalam prosesnya, air akan dipaksa melewati membran dengan tekanan tinggi untuk memisahkan dari kandungan garam, mineral terlarut, virus, logam berat, dan bakteri.
Kemudian, berlanjut sampai kedua solusi telah mencapai keseimbangan. Selain di lingkungan rumah, proses utama dari desalinasi dan demineralisasi air ini juga digunakan untuk membuat air murni pada industri tertentu, seperti produksi makanan serta agrikultur.
Jika dibandingkan dengan metode distilasi, RO tentu lebih ekonomis karena penggunaan alatnya cukup kecil serta mudah dipasang di rumah.
3. DI (Deionisasi)
Selanjutnya, yaitu deionisasi. Metode ini cenderung lebih rumit dan hanya dilaksanakan untuk kebutuhan industri yang memerlukan air demin dalam jumlah banyak.
Pada proses deionisasi, air dialirkan ke dua resin khusus yang memiliki muatan listrik berbeda. Resin pertama bermuatan positif (resin anion) dan yang lainnya negatif (resin kation).
Kedua resin tersebut berperan penting sebagai alat penukar yang meniadakan mineral dari dalam air. Meskipun efektif, proses ini sebenarnya tidak dapat menghilangkan kontaminan berbahaya lainnya, seperti bahan kimia organik, bakteri, serta virus.
4. Elektrodialisis
Metode pemurnian air lainnya, yakni elektrodialisis. Proses filtrasi membran untuk mendemineralisasi air ini diterapkan dengan medan listrik.
Kombinasi antara pengaplikasian metode ini dengan resin penukar ion dinilai mampu menghilangkan ion sekaligus mineral dari air secara efisien tanpa harus meregenerasi resin penukar ion.
Baca juga: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL): Fungsi dan Tahapannya!
Fungsi Air Demin untuk Industri

Secara umum, air demin untuk industri memiliki fungsi yang penting. Dalam industri, mineral pada air dapat menjadi “musuh” tersendiri yang berisiko mengganggu kualitas produk akhir. Sebab, kandungan mineral menyebabkan mesin mengalami korosi serta kerak pada pipa.
Sebaliknya, air demin yang tidak mengandung pengotor logam sangat kecil kemungkinannya untuk mencemari zat atau material lain. Adapun beberapa aplikasi atau fungsi air demin untuk industri adalah sebagai berikut.
1. Industri Manufaktur Farmasi dan Kosmetik
Dalam hal ini, air demin difungsikan sebagai bahan baku, bahan tambahan, sekaligus pelarut untuk membuat maupun menformulasi produk farmasi.
Air demin pada industri farmasi bisa dikatakan sebagai standar wajib. Obat-obatan yang diperdagangkan dan dikonsumsi harus diproduksi dengan air demin.
Bahkan, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) pun telah menerapkan ketentuan yang ketat terhadap penggunaan air dalam produksi obat-obatan.
Di sisi lain, penggunaan air demin dalam formulasi kosmetik adalah untuk mengendalikan kualitas serta keamanan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.
2. Laboratorium
Aplikasi air demin pada laboratorium, yaitu sebagai pelarut untuk mempersiapkan larutan serta buffer. Tidak hanya itu, berikut ini beberapa fungsi lainnya:
- Untuk mencairkan konsentrasi bahan kimia.
- Untuk memperpanjang usia pakai ruang sterilisasi pada autoklaf.
- Sebagai bahan pembersih bagi alat-alat maupun wadah, terutama barang pecah belah.
3. Industri Makanan dan Minuman
Diketahui bahwa beberapa produk makanan dan minuman membutuhkan air yang bebas kontaminasi mineral dalam proses produksinya. Walaupun terdengar kontradiktif, hal ini memang diperlukan guna memastikan konsistensi kualitas maupun rasa produk.
4. Pembangkit Listrik
Berikutnya, air demin digunakan dalam pembangkit listrik tenaga uap untuk mencegah kerak pada boiler. Pasalnya, penumpukan kerak justru akan mengurangi tingkat efisiensi sampai 30% dan merusak alat yang harganya mencapai miliaran rupiah.
5. Manufaktur Elektronik
Fungsi air demin untuk industri lainnya, yakni pada manufaktur elektronik. Air demin dimanfaatkan untuk proses pencucian serta pembersihan komponen-komponen elektronik yang sangat sensitif terhadap kontaminasi mineral.
Baca juga: Potensi dan Alasan Pentingnya Investasi Energi Terbarukan
Solusi Pengolahan Air Demin untuk Industri Terintegrasi
Penggunaan air demin berkualitas tinggi saat ini bukan lagi pilihan, tetapi keharusan guna melindungi aset serta sebagai jaminan kualitas produksi.
Oleh karena itu, pengelolaan air yang efisien bersifat mutlak dibutuhkan. Air demin yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan masa pakai mesin untuk mendukung produktivitas.
Di tengah ketatnya persaingan industri, pasokan air murni berkelanjutan dengan integrasi infrastruktur pengolahan air yang baik harus benar-benar dipertimbangkan.
Dalam hal ini, perusahaan Anda dapat mengandalkan Chandra Daya Investasi, #YourGrowthPartner sebagai bagian dari solusi efektif.
Melalui perusahaan afiliasi kami, yakni Krakatau Tirta Industri, kami memberikan penawaran penyediaan solusi air industri untuk kebutuhan perusahaan Anda.
Sumber air baku kami berasal dari Waduk Nadra Krenceng, Sungai Cidanau, dan Sungai Cipasauran. Kami juga mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Cidanau dan Instalasi Air Krenceng berkapasitas 600 liter/detik serta 1.800 liter/detik.
Jadi, mari mewujudkan operasional industri yang berkelanjutan dengan mempercayakan keperluan air untuk perusahaan pada Chandra Daya Investasi dan Krakatau Tirta Industri sekarang!
Baca juga: Chandra Daya Investasi Tegaskan Tidak Ada Rencana Akuisisi ExxonMobil Indonesia



