Tumpahan minyak di perairan dapat menimbulkan dampak serius bagi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan peralatan khusus untuk mengendalikan penyebaran minyak agar tidak meluas.
Salah satu alat yang sering digunakan dalam menangani tumpahan minyak di perairan adalah oil boom. Ingin tahu lebih lanjut tentang fenomena oil boom, mulai dari pengertian, jenis, dan cara kerjanya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!
Apa Itu Oil Boom?

Oil boom adalah alat yang digunakan untuk mengendalikan dan membatasi penyebaran tumpahan minyak di perairan seperti laut, sungai, maupun pelabuhan.
Alat ini biasanya berbentuk penghalang mengapung yang ditempatkan di permukaan air untuk menahan minyak agar tidak menyebar ke area perairan yang lebih luas.
Secara umum, oil boom terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu pelampung (float) yang menjaga boom tetap mengapung, skirt atau tirai yang menggantung ke bawah air untuk menahan minyak, serta rantai atau pemberat yang membantu menjaga posisi boom tetap stabil.
Cara kerja oil boom cukup sederhana. Ketika terjadi tumpahan minyak, oil boom dipasang mengelilingi atau mengarah pada area yang terdampak agar minyak tidak menyebar lebih jauh.
Kemudian, penghalang tersebut akan menahan minyak di permukaan air karena minyak memiliki massa jenis lebih ringan daripada air sehingga tetap berada di atas.
Setelah minyak terkumpul di dalam area yang dibatasi oleh oil boom, proses pembersihan dapat dilanjutkan dengan menggunakan alat lain, seperti skimmer atau metode penyerapan.
Baca juga: Apa Itu Dermaga Jetty? Ini Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya
Jenis-Jenis Oil Boom
Dalam penanganan tumpahan minyak di perairan, oil boom digunakan dengan fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan pengendalian dan pembersihan minyak. Secara umum, terdapat dua jenis oil boom yang sering digunakan:
1. Oil PVC Containment Boom
Oil PVC containment boom merupakan jenis oil boom yang terbuat dari bahan kuat dan kedap air yang terbukti efektif untuk membatasi penyebaran minyak di permukaan air.
Jenis oil boom ini umumnya digunakan untuk menangani tumpahan minyak dalam skala besar karena dapat dibentangkan hingga puluhan bahkan ratusan meter. Alat ini juga dapat digunakan berulang kali dan cukup andal digunakan di perairan yang berombak.
Biasanya, satu unit oil PVC containment boom memiliki panjang sekitar 15–20 meter per case dan dilengkapi dengan konektor pada setiap ujungnya. Dengan konektor tersebut, beberapa boom ini dapat disambungkan sehingga panjangnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
2. Oil Absorbent Boom
Oil absorbent boom adalah jenis oil boom yang dirancang untuk menyerap sekaligus melokalisasi tumpahan minyak di permukaan air. Boom ini biasanya terbuat dari material penyerap seperti serat sintetis atau polypropylene yang mampu menyerap minyak tanpa menyerap air.
Jenis boom ini umumnya digunakan pada tahap pembersihan setelah minyak berhasil dibatasi menggunakan oil containment boom. Dengan kemampuan penyerapannya, oil absorbent boom membantu pengangkatan sisa minyak di permukaan air menjadi lebih efektif.
Namun demikian, oil absorbent boom dirancang sebagai produk sekali pakai sehingga tidak dapat digunakan berulang kali seperti oil PVC containment boom.
Cara Menggunakan Oil Boom

Penggunaan oil boom perlu dilakukan dengan metode yang tepat agar tumpahan minyak dapat dikendalikan secara efektif. Berikut beberapa cara yang umum dilakukan dalam menggunakan oil boom untuk mengatasi tumpahan minyak di perairan:
1. Menggunakan Konfigurasi U
Salah satu cara menggunakan oil boom adalah membentuk konfigurasi melengkung menyerupai huruf ‘U’ di permukaan air. Dalam metode ini, oil boom dipasang membentuk huruf U untuk mengarahkan dan mengumpulkan minyak ke satu titik tertentu dengan bantuan dua buah perahu.
2. Menggunakan Konfigurasi U Double Sweep Oil Boom
Metode ini merupakan pengembangan dari konfigurasi U dengan menggunakan dua rangkaian oil boom kapal sekaligus. Dalam konfigurasi ini, oil boom dipasang membentuk huruf ‘U’ ganda di sisi kanan dan kiri sebuah kapal dengan ARM/JIB untuk mengurung tumpahan minyak di air.
3. Menggunakan Konfigurasi J Oil Boom
Metode lainnya adalah menggunakan konfigurasi J oil boom. Pada dasarnya, metode ini mirip dengan konfigurasi U, hanya saja oil boom yang dipasang memiliki ujung lebih panjang membentuk huruf ‘J’ untuk mengarahkan tumpahan minyak menuju satu titik pengumpulan.
Baca juga: Kapal Minyak: Pengertian, Jenis, dan Operasionalnya
Solusi Kepelabuhanan yang Aman dengan Standar Keselamatan Tinggi
Penggunaan oil boom adalah salah satu bagian penting dalam menjaga keamanan operasional di kawasan perairan, terutama di area pelabuhan dan aktivitas logistik laut. Dengan kemampuannya menahan dan mengendalikan tumpahan minyak, oil boom membantu meminimalkan risiko pencemaran sekaligus melindungi ekosistem perairan.
Sebagai #YourGrowthPartner, Chandra Daya Investasi, melalui PT Redeco Petrolin Utama (RPU), menyediakan solusi kepelabuhanan dan penyimpanan bahan baku petrokimia dengan standar keselamatan operasional yang tinggi.
RPU menjamin keamanan pelayanan sesuai standar internasional untuk kebakaran dan keselamatan, termasuk penggunaan oil boom sebagai bagian dari sistem pengamanan lingkungan apabila terjadi tumpahan minyak di area perairan.
Saat ini, RPU mengelola dua dermaga dengan LOA masing-masing 200 meter yang mampu melayani kapal hingga 35.000 DWT dengan draft 10 meter. Selain itu, tersedia 72 tangki penyimpanan dengan total kapasitas mencapai 130.000 m³.
Lebih lanjut, RPU juga menyediakan aset-aset penting lainnya, seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Terpusat untuk kapal tanker dan Sistem Customer Order Service.
Mari percayakan kebutuhan layanan kepelabuhanan dan penyimpanan bahan baku petrokimia perusahaan Anda secara aman kepada Chandra Daya Investasi.
Baca juga: 7 Kelebihan Pengiriman Kapal Laut yang Perlu Diketahui



