Inti Pembahasan
- Industri merupakan salah satu sektor yang konsumsi energinya terus bertambah seiring pertumbuhan bisnis, sehingga perlu mengupayakan transisi energi yang lebih berkelanjutan.
- Terdapat sejumlah alasan pentingnya beralih ke energi terbarukan, mulai dari mengurangi ketergantungan pada energi fosil hingga meningkatkan reputasi perusahaan.
- Chandra Daya Investasi bersama Krakatau Chandra Energi siap menjadi mitra transisi energi terbarukan bagi industri di Indonesia dan Asia Tenggara.
Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, industri turut mengalami pertumbuhan sehingga kebutuhan energinya pun ikut bertambah. Permasalahannya, pemanfaatan energi yang masif di sektor industri menjadi salah satu penyumbang emisi karbon dunia. Itulah mengapa industri perlu mengupayakan transisi energi untuk beralih ke energi yang lebih bersih.
Artikel ini membahas pentingnya transisi energi di Indonesia dan solusi energi terbarukan untuk industri. Simak informasi lengkapnya berikut ini untuk mempelajarinya.
Mengapa Industri Perlu Beralih ke Energi Terbarukan?
Transisi energi di Indonesia dapat diwujudkan dengan berbagai upaya, salah satunya adalah beralihnya sektor industri ke energi terbarukan. Hal ini dikarenakan 40% dari konsumsi energi akhir di Indonesia berasal dari sektor industri, menurut International Energy Agency (IEA). Tidak hanya itu, Statista mencatat bahwa sektor industri dan transportasi berkontribusi terhadap konsumsi listrik tertinggi di Indonesia pada tahun 2023.
Selain fakta di atas, mengapa industri perlu beralih ke energi terbarukan? Berikut beberapa manfaatnya:
1. Mengurangi Ketergantungan pada Energi Fosil
Sebagian besar energi yang dikonsumsi sektor industri berasal dari energi tak terbarukan, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Sayangnya, energi tak terbarukan memerlukan waktu yang lama dan sumber daya yang memadai untuk dapat diperbarui. Sementara itu, konsumsi energi terus berjalan tanpa menunggu pemulihan energi.
Dengan beralih ke energi terbarukan, industri dapat memanfaatkan sumber energi yang tersedia dan dapat diperbarui, seperti energi surya, angin, dan air. Alhasil, pasokan energi tetap stabil dan dapat mengurangi ketergantungan pada energi tak terbarukan.
2. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Ramah Lingkungan
Manfaat energi terbarukan selanjutnya adalah menciptakan lingkungan kerja yang ramah lingkungan. Saat ini, banyak perusahaan menetapkan net zero emissions sebagai salah satu target keberlanjutan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan energi yang rendah emisi karbon, seperti panel surya, turbin angin, dan lain sebagainya. Hal ini dapat mendukung terciptanya lingkungan yang rendah emisi serta perwujudan tanggung jawab lingkungan bagi perusahaan.
Baca juga: Potensi Energi Terbarukan di Indonesia yang Perlu Diketahui
3. Mendorong Inovasi Teknologi
Seiring berkembangnya teknologi dan globalisasi, industri dituntut untuk mengikuti perkembangan tersebut demi mewujudkan proses operasional yang lebih efisien. Tak terkecuali teknologi energi terbarukan yang lebih hemat biaya dan tidak mudah punah.
Transisi menuju energi terbarukan juga mendorong inovasi teknologi energi bersih agar dapat digunakan di banyak sektor dan skalabilitasnya meningkat.
4. Mematuhi Regulasi
Implementasi energi terbarukan juga membantu sektor industri untuk mematuhi regulasi yang ada. Di Indonesia, terdapat beberapa kebijakan yang ditetapkan terkait energi terbarukan, salah satunya Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 50 Tahun 2027 Tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.
5. Meningkatkan Reputasi Perusahaan
Perusahaan dapat memperkuat reputasi sebagai entitas atau badan usaha yang bertanggung jawab dan peduli terhadap keberlanjutan. Hal ini penting untuk memenuhi regulasi yang berlaku serta meningkatkan citra di mata investor dan pelanggan.
Baca juga: 6 Jenis Sumber Energi Alternatif Terbarukan untuk Masa Depan
Chandra Daya Investasi, Solusi Energi Terbarukan untuk Industri
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI Group) menawarkan solusi energi terbarukan untuk industri melalui pilar daya yang dioperasikan oleh anak usahanya, yaitu PT Krakatau Chandra Energi (KCE). Lantas, mengapa Anda harus memilih CDI Group sebagai #YourGrowthPartner?
- Menyediakan infrastruktur di kawasan dengan pertumbuhan pesat, yaitu di Asia Tenggara, wilayah dengan permintaan infrastruktur tercepat.
- Mengoptimalkan aset dan mendorong pertumbuhan melalui ekspansi kapasitas operasional dan akuisisi aset.
- Aset CDI Group didukung oleh kontrak jangka panjang dengan mitra tepercaya sehingga menghasilkan arus kas stabil dan peningkatan margin.
- Berkolaborasi dengan mitra-mitra tepercaya, seperti Krakatau Steel Group, Salim Group, SCG Group, dan masih banyak lagi.
CDI Group, melalui KCE, menyediakan layanan energi terbarukan dengan kapasitas tenaga surya yang berkembang hingga 11 MWp pada tahun 2025. KCE menawarkan 4 jenis instalasi panel surya, yaitu solar on-grid, on-grid with battery backup system, off-grid, dan hybrid.
KCE tidak hanya melayani pemasangan panel surya, tetapi juga audit energi, operation and maintenance (O&M), penyewaan panel surya, analisis biaya dan manfaat, dan masih banyak lagi.
Hingga saat ini, KCE telah melayani lebih dari 200 pelanggan industri, bisnis, dan pemerintahan serta lebih dari 1.500 pelanggan rumah tangga untuk pilar daya.
Itulah informasi mengenai pentingnya transisi energi di industri dan Indonesia. Untuk menjaga kesehatan Bumi, diperlukan upaya lebih untuk mengurangi emisi karbon dari pemanfaatan infrastruktur energi. Oleh karena itu, mari beralih ke energi terbarukan dari sekarang! Konsultasikan kebutuhan energi perusahaan Anda kepada CDI Group dan KCE!
Baca juga: Apa Itu Sustainable Energy? Kenali Sejumlah Manfaatnya!
Frequently Asked Questions (FAQ)
Berikut ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan seputar transisi energi di Indonesia dan industri:
1. Mengapa Energi Terbarukan Lebih Ramah Lingkungan?
Energi terbarukan lebih ramah lingkungan karena menghasilkan sedikit atau bahkan tidak menghasilkan polusi udara. Lalu, energi terbarukan juga dapat diperbarui oleh alam sehingga sumber dayanya melimpah.
2. Bagaimana Implementasi Energi Terbarukan di Indonesia?
Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang cukup besar, yaitu sekitar 3 ribu GW. Namun, pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia masih sebesar 16 GW pada 2026. Artinya, masih ada ruang untuk pengembangan infrastruktur dan investasi di masa depan.
3. Mengapa Energi Terbarukan Penting Sebagai Solusi Krisis Energi?
Energi terbarukan bisa dipasang di mana saja. Misalnya, panel surya bisa dipasang di atap rumah, jalan, dan lain-lain. Kemudian, energi terbarukan relatif lebih terjangkau daripada energi tak terbarukan karena dapat diperbarui oleh alam.