Inti Pembahasan
- SCADA menghubungkan perangkat di lapangan dengan pusat kendali untuk mengirim, memproses, dan menampilkan data operasional melalui HMI.
- Pemantauan parameter secara terpusat membantu operator merespons kondisi abnormal melalui alarm atau notifikasi tanpa harus memeriksa peralatan secara langsung.
- Data historis SCADA dapat digunakan untuk evaluasi operasional, termasuk menelusuri kejadian, melihat pola perubahan parameter, dan menilai kinerja peralatan.
Pernah terpikir bagaimana operator mengetahui mesin bermasalah tanpa harus mendatangi setiap titik operasional secara langsung? Ketika proses berjalan terus-menerus, kondisi peralatan perlu dipantau secara cepat agar gangguan dapat segera ditangani.
Kebutuhan tersebut membuat perusahaan memerlukan sistem yang mampu memantau kondisi operasional sekaligus mendukung manajemen energi secara lebih terpusat. Salah satu teknologi yang dapat mendukung kebutuhan tersebut adalah sistem SCADA yang akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini. Simak untuk mengetahui selengkapnya!
Apa Itu Sistem SCADA?
Sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) merupakan sistem yang memungkinkan perusahaan memantau, mengumpulkan, dan mengolah data dari berbagai sensor serta peralatan melalui satu pusat kendali.
Dalam penerapannya, SCADA menghubungkan perangkat di lapangan dengan pusat kendali. Beberapa perangkat yang umum digunakan antara lain Programmable Logic Controller (PLC), Remote Terminal Unit (RTU), dan Human-Machine Interface (HMI).
Perangkat lapangan bertugas membaca atau meneruskan informasi dari proses yang sedang berlangsung. Data tersebut selanjutnya dikirim ke sistem SCADA untuk diproses dan ditampilkan dalam bentuk yang lebih mudah dipahami oleh operator.
Dengan cara tersebut, operator dapat mengetahui kondisi operasional dari pusat pemantauan tanpa harus mendatangi setiap peralatan secara langsung. Informasi yang tersedia juga dapat digunakan untuk mengenali perubahan kondisi serta menentukan tindakan yang diperlukan.
Baca juga: Laporan Tahunan PT Chandra Daya Investasi
Fungsi SCADA
Dalam kegiatan industri, perubahan kecil pada parameter proses dapat memengaruhi kinerja peralatan maupun kelancaran operasional. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan sistem yang mampu memberikan informasi mengenai kondisi lapangan secara cepat dan terpusat.
SCADA menjalankan beberapa fungsi untuk mendukung kebutuhan tersebut, di antaranya:
- Monitoring proses secara real-time: SCADA membantu operator melihat berbagai parameter operasional, seperti suhu, tekanan, aliran, level cairan, hingga status peralatan. Informasi ini memberikan gambaran mengenai kondisi proses tanpa mengandalkan pemeriksaan manual pada setiap titik.
- Mengumpulkan dan menyimpan data: Data dari sensor, PLC, RTU, serta perangkat lapangan lainnya dikumpulkan oleh SCADA. Informasi tersebut dapat disimpan sebagai data historis sehingga perusahaan memiliki rekaman kondisi operasional yang dapat ditinjau kembali.
- Mendeteksi kondisi abnormal: Ketika suatu parameter melewati batas yang telah ditentukan, SCADA dapat memberikan alarm kepada operator. Sebagai contoh, kenaikan tekanan atau suhu yang berada di luar rentang operasi dapat segera diketahui sehingga pemeriksaan dapat dilakukan sebelum kondisi tersebut mengganggu proses lebih jauh.
- Mengawasi dan mengendalikan proses: SCADA tidak hanya menampilkan informasi, tetapi juga dapat mendukung fungsi pengawasan dan pengendalian terhadap perangkat yang terhubung. Apabila konfigurasi sistem memungkinkan, operator dapat memberikan perintah dari pusat kendali sesuai kebutuhan.
Cara Kerja Sistem SCADA
Cara kerja SCADA dimulai dari perangkat di lapangan. Sensor membaca kondisi proses, sementara perangkat seperti PLC atau RTU dapat menerima, memproses, dan meneruskan data tersebut ke sistem SCADA.
Lantas, bagaimana alur kerja sistem SCADA? Data yang dikumpulkan dari lapangan dikirimkan melalui jaringan komunikasi ke sistem SCADA. Setelah diterima, informasi tersebut diproses dan ditampilkan melalui HMI sehingga operator dapat melihat kondisi peralatan maupun proses yang sedang berlangsung.
Misalnya, sensor mendeteksi perubahan suhu pada suatu peralatan. Nilai tersebut diteruskan ke PLC atau RTU, lalu dikirimkan ke sistem SCADA. Operator dapat melihat perubahan parameter tersebut melalui tampilan HMI tanpa perlu datang langsung ke lokasi peralatan.
Jika nilai yang terukur melewati batas operasi, sistem dapat menampilkan alarm atau notifikasi. Operator kemudian dapat memeriksa kondisi yang bersangkutan dan menentukan tindakan sesuai dengan prosedur operasional.
Nantinya, data yang telah dikumpulkan juga dapat disimpan sebagai riwayat. Rekaman ini berguna ketika perusahaan perlu menelusuri kejadian tertentu, melihat pola perubahan parameter, atau mengevaluasi kinerja peralatan dalam periode tertentu.
Baca juga: Apa Itu Predictive Maintenance, Manfaatnya, dan Contoh Penerapannya
Industri yang Menggunakan Sistem SCADA
Penggunaan sistem SCADA banyak ditemukan pada industri yang memiliki proses operasional kompleks dan membutuhkan pemantauan peralatan secara berkelanjutan. Berikut beberapa industri yang memanfaatkan sistem SCADA dalam kegiatan operasionalnya:
1. Industri Energi
Pada industri energi, SCADA dapat digunakan untuk memantau dan mengawasi jaringan serta peralatan kelistrikan dari pusat kendali. Salah satu contoh perusahaan yang telah menggunakan sistem ini adalah PT Krakatau Chandra Energi (KCE).
Di KCE, pemanfaatan teknologi seperti SCADA memainkan peran penting dalam memastikan keandalan, efisiensi, dan keamanan pengelolaan sistem kelistrikan industri secara menyeluruh melalui sensor yang tersebar di seluruh fasilitas atau stasiun jarak jauh.
Teknologi ini tak hanya memberikan visibilitas penuh terhadap jaringan listrik KCE, tetapi juga mempercepat proses respons dan pengambilan keputusan operasional secara lebih terukur.
2. Industri Minyak dan Gas
Industri minyak dan gas memiliki banyak aset yang tersebar di berbagai lokasi, seperti jaringan pipa, stasiun pompa, fasilitas penyimpanan, dan fasilitas pengolahan. SCADA dapat membantu operator memantau parameter seperti tekanan, aliran, serta kondisi peralatan dari pusat kendali.
3. Industri Manufaktur
Dalam industri manufaktur, SCADA digunakan untuk memantau jalannya proses produksi serta kondisi berbagai peralatan yang terlibat. Sistem ini dapat mengumpulkan data dari mesin maupun perangkat kontrol sehingga operator memperoleh gambaran proses secara terpusat.
Teknologi Monitoring dan Solusi Operasional Industri untuk Mendukung Operasional Industri!
Penerapan SCADA merupakan salah satu bagian penting yang perlu dipertimbangkan oleh pelaku usaha industri untuk mendukung pemantauan dan pengelolaan sistem kelistrikan industri. Dengan kondisi operasional dan data peralatan yang terpantau, perusahaan dapat membantu operator mengambil keputusan berdasarkan kondisi sistem secara lebih terstruktur.
Pemantauan sistem dan pengelolaan energi menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran operasional. Sebagai bagian dari anak usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI), PT Krakatau Chandra Energi (KCE) menghadirkan pilar daya yang mendukung kebutuhan listrik berbagai sektor, mulai dari industri dan bisnis hingga pemerintahan.
Hingga saat ini, KCE telah melayani 200+ pelanggan dari berbagai sektor tersebut serta 1.500+ pelanggan rumah tangga. Dukungan tersebut diperkuat dengan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) berkapasitas 120 MW berbasis teknologi Combined Cycle Power Plant (CCPP).
Kombinasi fasilitas dan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya KCE dalam menyediakan pasokan energi yang andal untuk mendukung kebutuhan operasional pelanggan.
Dengan semangat #YourGrowthPartner, CDI bersama KCE terus menghadirkan solusi energi untuk mendukung kebutuhan dan pertumbuhan industri. Jangan ragu untuk mempercayakan kebutuhan energi perusahaan Anda kepada CDI dan KCE!
Hubungi kami untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan penyediaan listrik KCE dan mendiskusikan kebutuhan energi perusahaan Anda.
Baca juga: Mengenal Smart Grid: Pengertian, Manfaat, serta Cara Kerjanya
Frequently Asked Questions (FAQ)
Masih memiliki pertanyaan mengenai sistem SCADA dan penerapannya dalam operasional industri? Temukan jawabannya melalui FAQ berikut:
1. Apa Perbedaan PLC dan SCADA?
PLC digunakan untuk mengontrol mesin atau proses secara otomatis berdasarkan program dan input dari perangkat di lapangan. Sementara itu, SCADA berfungsi untuk memantau, mengumpulkan data, dan mengawasi proses serta peralatan dari sistem terpusat.
2. SCADA Digunakan untuk Apa?
SCADA digunakan untuk memantau dan mengawasi proses operasional serta kondisi peralatan melalui data yang dikumpulkan dari perangkat di lapangan. Sistem ini juga dapat membantu operator mendeteksi perubahan kondisi dan gangguan dengan lebih cepat.
3. Apa Bedanya HMI dan SCADA?
HMI merupakan antarmuka yang memungkinkan operator berinteraksi dengan mesin atau proses, sedangkan SCADA memiliki cakupan yang lebih luas untuk mengawasi dan mengelola data dari berbagai perangkat serta proses dalam suatu sistem.