Dewasa ini, makin banyak pihak yang menyadari pentingnya transisi energi untuk mendukung efisiensi energi dan kelestarian Bumi. Alhasil, banyak inovasi produk teknologi ramah lingkungan bermunculan, seperti bangunan hemat energi dan panel surya.
Lantas, apa saja contoh teknologi ramah lingkungan yang dapat ditemukan di sekitar kita? Temukan daftarnya dalam artikel ini.
Contoh Produk Teknologi Ramah Lingkungan
Seiring meningkatnya kebutuhan akan solusi yang lebih berkelanjutan, inovasi teknologi ramah lingkungan terus berkembang, tidak terbatas pada sektor energi, tetapi juga pada sektor infrastruktur hingga otomotif.
Selain meningkatkan efisiensi proses, teknologi ini juga berperan dalam menekan emisi gas rumah kaca. Berikut beberapa contoh inovasi teknologi ramah lingkungan yang telah dikembangkan:
1. Panel Surya
Panel surya adalah teknologi ramah lingkungan di bidang energi yang makin banyak dilirik oleh industri dan rumah tangga. Pasalnya, panel surya memberikan diversifikasi energi dan berkontribusi pada kemandirian energi.
Teknologi ini memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan listrik. Menariknya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi panel surya yang cukup tinggi. Sebuah laporan analisis yang dipublikasikan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) menjelaskan bahwa kapasitas potensi teknis panel surya di Indonesia sekitar 3.396 GWp–19.835 GWp.
Tidak hanya itu, Kebijakan Energi Nasional (KEN) juga menetapkan target pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 6,5 GW pada tahun 2025 dan 45 GW pada tahun 2050.
Saat ini, perusahaan solusi energi di Indonesia terus mengembangkan layanan panel surya, tak terkecuali PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI). Melalui anak usahanya, PT Krakatau Chandra Energi (KCE) telah melayani 200+ pelanggan industri dan 1.600+ pelanggan rumah tangga.
Kapasitas tenaga surya yang dikelola KCE tumbuh pesat, mencapai 11 MWp pada 2025. Saat ini, KCE melayani 4 mekanisme panel surya, yaitu Solar On Grid, Solar Off Grid, Solar On Grid with Battery Backup, dan Solar Hybrid.
2. Bangunan Hemat Energi
Bangunan hemat energi dirancang agar dapat menggunakan energi secara efisien, seperti menghadirkan ventilasi alami dan ruang terbuka hijau, sehingga dapat mengurangi konsumsi listrik untuk lampu dan pendingin ruangan. Bangunan ini juga biasanya dibangun dengan material yang ramah lingkungan.
Lalu, Anda juga bisa memanfaatkan inovasi seperti Building Automation System (BAS), sebuah teknologi yang mengatur dan memantau sistem pada bangunan. BAS biasanya digunakan pada gedung pintar untuk memastikan penggunaan energi selalu efisien serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan di gedung.
Baca juga: Laporan Tahunan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI)
3. Sistem Pengolahan Air Limbah
Sistem pengolahan air limbah terus mengalami perkembangan untuk meningkatkan performa penjernihan air dan menghasilkan efluen yang lebih aman. Beberapa metode yang terus diperbarui adalah pengolahan biologis, filtrasi membran, dan nanoteknologi.
Terkait pengolahan air limbah, CDI melalui PT Krakatau Tirta Industri (KTI) sebagai perusahaan asosiasi menyediakan layanan pengolahan air limbah andal, seperti Water Recycle Plant (WRP) Krakatau Steel Building Jakarta yang mendaur ulang air limbah untuk sistem pendingin gedung, operation and maintenance Instalasi Pengolahan Air Limbah, dan fasilitas pengolahan air limbah akhir oleh PT Krakatau Blue Water.
4. Pengolahan Sampah Menjadi Energi
Sampah ternyata tidak hanya dapat didaur ulang, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Sampah ini biasanya diolah melalui proses pirolisis. Proses ini menghasilkan minyak, gas, dan arang untuk bahan bakar terbarukan.
Contoh pemanfaatan sampah menjadi minyak pirolisis adalah PLUSRI, Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT) yang dikembangkan oleh Chandra Asri Group (perusahaan yang menaungi CDI) bersama IPST ASARI. Hingga saat ini, puluhan ribu kilogram sampah telah diubah menjadi puluhan ribu liter minyak pirolisis.
Menariknya, PLUSRI bahkan sudah digunakan oleh PT SCG Barito Logistics (SBL), anak usaha CDI, sebagai bahan bakar campuran alternatif. Penggunaannya disesuaikan dengan kompatibilitas armada. Upaya ini tidak hanya meningkatkan pengolahan sampah, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular.
Baca juga: Sumber Energi Terbarukan: Investasi untuk Masa Depan Hijau
5. Kendaraan Listrik
Saat ini, penggunaan kendaraan listrik di Indonesia semakin masif. Kendaraan ini dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin karena menghasilkan lebih sedikit emisi karbon.
6. Material Ramah Lingkungan
Produk teknologi ramah lingkungan kini juga merambah ke sektor konstruksi. Perlu diketahui bahwa sektor konstruksi turut menyumbang emisi karbon ke atmosfer. Sebuah penelitian pada jurnal Communications Earth & Environment menjelaskan bahwa jejak karbon sektor ini diprediksi meningkat dua kali lipat pada tahun 2050.
Pada tahun 2022, lebih dari setengah emisi karbon sektor konstruksi berasal dari bahan berbasis semen, logam, batu bata, kaca, dan material lainnya. Itulah mengapa penggunaan material ramah lingkungan harus terus didorong untuk mengurangi jejak karbon.
Contoh bahan bangunan ramah lingkungan adalah semen rendah karbon, insulasi pintar, sistem rainwater harvesting, dan struktur modular prefabrikasi. Anda juga bisa mengimplementasikan atap hijau, yaitu atap yang ditanami tumbuhan untuk meningkatkan kualitas udara, mengurangi suhu, dan menambah ruang terbuka hijau.
7. Kincir Angin
Kincir angin adalah salah satu terobosan yang masih relevan hingga sekarang, khususnya sebagai pembangkit listrik. Dengan memanfaatkan energi mekanik dari embusan angin, Anda bisa menghasilkan listrik. Energi angin juga tidak menimbulkan polusi sehingga lebih ramah lingkungan.
8. Penangkap Karbon
Penangkap karbon adalah teknologi ramah lingkungan yang bertugas menghilangkan emisi gas rumah kaca dari proses pembakaran atau dari atmosfer. Saat ini, kapasitas carbon capture and storage terbesar dipegang oleh Petrobras Santos Basin Pre-Salt Oil Field di Brasil. Hingga Juli 2025, fasilitas ini telah menangkap 14 juta ton metrik karbon dioksida per tahun.
Demikian informasi tentang contoh produk teknologi ramah lingkungan dan manfaatnya. Inovasi-inovasi tersebut menghadirkan harapan akan kemajuan infrastruktur dan teknologi untuk menyongsong Bumi yang lebih hijau.
Jika perusahaan Anda membutuhkan solusi infrastruktur yang tidak hanya andal, tetapi juga berkelanjutan, jangan ragu untuk menjadikan CDI sebagai #YourGrowthPartner. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan penawaran terbaik.
Baca juga: 6 Jenis Sumber Energi Alternatif Terbarukan untuk Masa Depan