Air umpan boiler adalah air industri yang sudah diolah agar sesuai dengan standar sehingga uap yang dihasilkan prima dan tidak mengandung zat-zat yang dapat merusak mesin. Hal ini penting mengingat boiler berperan sebagai penghasil daya pada pembangkit listrik dan mesin manufaktur di berbagai industri.
Artikel ini membahas air umpan boiler dan perannya pada proses operasional. Untuk mempelajari lebih lanjut, simak informasinya berikut ini.
Apa Itu Air Umpan Boiler?
Air umpan boiler adalah air olahan yang masuk ke sistem boiler untuk menghasilkan uap panas. Air umpan mengandung air kondensat (return water, air yang berasal dari uap yang mengembun) dan air bersih yang sudah dimurnikan (makeup water).
Komposisi keduanya bergantung pada kualitas makeup water dan jumlah air kondensat yang kembali ke boiler. Biasanya, air yang tersisa di dalam boiler mengandung zat-zat terlarut yang tertinggal setelah sebagian air berubah menjadi uap
Oleh karena itu, zat-zat tersebut perlu dihilangkan atau dikendalikan dalam air umpan. Jika tidak ditangani dengan benar, zat padat terlarut menjadi terkonsentrasi dan menjadi kerak di dalam boiler.
Alhasil, boiler tidak bisa bekerja dengan maksimal karena panas menjadi lebih sulit dihantarkan. Tidak hanya itu, gas terlarut, seperti oksigen dan karbon dioksida, dapat bereaksi dengan logam pada boiler dan menyebabkan korosi.
Dengan kualitas air yang terjaga, umur pakai boiler dapat diperpanjang, efisiensi pembangkitan uap meningkat, serta proses perpindahan panas berlangsung lebih optimal sehingga mendukung keandalan operasional secara keseluruhan.
Baca juga: Karbon Aktif untuk Filter Air Bersih dan Cara Kerjanya
Sumber Air Umpan Boiler
Air umpan dapat berasal dari air sumur, air permukaan, atau air yang dikelola oleh pemerintah daerah. Namun, air-air tersebut tidak bisa langsung dijadikan air umpan.
Air baku dapat mengandung total suspended solids (TSS) dan total dissolved solids (TDS). Tidak hanya itu, air juga bisa memiliki pH yang tidak stabil atau tingkat alkalinitas di atas standar.
Mineral yang memengaruhi kesadahan air, seperti magnesium dan kalsium, dapat menjadi kerak pada boiler jika terpapar panas secara terus-menerus. Kemudian, oksigen terlarut dapat menyebabkan korosi pada permukaan boiler yang terbuat dari logam.
TDS yang tinggi dapat mengendap di drum boiler seiring berjalannya waktu, sedangkan pH yang tidak sesuai, misalnya terlalu basa atau asam, dapat menyebabkan degradasi logam.
Itulah mengapa air baku harus diolah terlebih dahulu agar sesuai dengan parameter kualitas air yang ideal untuk air umpan boiler.
Spesifikasi air umpan dapat ditentukan oleh beberapa faktor, seperti kualitas air baku, jumlah kondensat yang kembali ke boiler, jenis boiler, tekanannya, perpindahan panas maksimum, spesifikasi uap yang dihasilkan, serta ketentuan ekologis.
Baca juga: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL): Fungsi dan Tahapan
Tahapan Pengolahan Air Umpan Boiler
Untuk bisa menjadi air umpan boiler, air baku harus melalui beberapa tahapan. Secara umum, prosedur pengolahan air umpan dibagi menjadi dua, yaitu pengolahan eksternal dan internal.
Pengolahan eksternal air umpan boiler berfungsi untuk menghilangkan partikel dan kesadahan air, sedangkan pengolahan internal berfungsi untuk menambah bahan kimia untuk mencegah penggerakan dan korosi. Berikut adalah urutan umum pengolahan air baku sebelum masuk ke boiler:
- Penyaringan: Air disaring untuk menghilangkan kekeruhan, padatan, dan sedimen.
- Pertukaran ion: Proses ini menghilangkan ion magnesium dan kalsium yang dapat menyebabkan kerak dan endapan.
- Deaerasi: Proses ini menghilangkan oksigen dan karbon dioksida terlarut untuk menghindari korosi.
- Pengondisian bahan kimia: Beberapa bahan kimia, seperti agen pengatur pH dan penghambat kerak, ditambahkan untuk menjaga kemurnian uap.
Tahapan di atas adalah gambaran umum karena setiap boiler memiliki prosedur yang berbeda berdasarkan kualitas air baku dan tekanan boiler.
Layanan Air Bersih untuk Industri dari CDI
Air umpan boiler dapat bersumber dari air permukaan, seperti danau dan sungai. Agar sesuai standar industri, air baku perlu diolah kembali melalui sejumlah tahapan.
Jika Anda mencari air bersih untuk keperluan proses manufaktur, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) dapat memberikan solusi.
CDI, melalui PT Krakatau Tirta Industri (KTI), menyediakan solusi air bersih yang bersumber dari Sungai Cipasauran, Sungai Cidanau, dan Waduk Nadra Krenceng.
Air baku tersebut diolah dalam dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) berstandar, seperti IPA Krenceng dan IPA Cidanau. IPA Krenceng memiliki kapasitas terpasang sebesar 1.800 liter/detik dan beroperasi menggunakan air baku dari Sungai Cidanau.
Kemudian, IPA Cidanau mengolah air dari Bendungan Cipasauran. IPA ini memiliki 3 unit pompa intake yang masing-masing berkapasitas 600 liter/detik, bangunan sadap, bangunan pembilas, dan saluran kantung lumpur atau pasir perangkap.
Jadi, jangan ragu untuk memercayakan kebutuhan air industri perusahaan Anda pada CDI dan KTI, #YourGrowthPartner. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut!
Baca juga: Air Demin untuk Industri: Fungsi dan Proses Pembuatannya