Selain floating roof tank, tangki atmosfer dan tangki tekanan juga umum digunakan untuk menyimpan cairan industri. Keduanya memiliki karakteristik, batas tekanan, dan fungsi yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan operasional perusahaan.
Sebelum menentukan pilihan, Anda perlu memahami terlebih dahulu beda tangki atmosfer dan tangki tekanan. Simak pembahasan selengkapnya dalam artikel berikut untuk memahami perbedaan keduanya secara menyeluruh sebelum menentukan pilihan yang tepat.
Mengenal Tangki Atmosfer dan Tangki Tekanan
Tangki tekanan adalah bejana penyimpanan yang dirancang untuk menampung fluida pada tekanan internal maupun eksternal yang berbeda dari tekanan atmosfer. Fluida adalah zat apa pun yang dapat mengalir dengan mudah, berubah bentuk, dan mengikuti bentuk wadahnya.
Berbeda dengan tangki atmosfer, tangki ini dibuat khusus untuk menahan tekanan yang lebih tinggi sehingga dapat digunakan dalam berbagai proses industri yang memerlukan kondisi operasi bertekanan.
Dalam kegiatan industri, tangki bertekanan digunakan untuk menyimpan atau menampung gas, uap, maupun cairan yang membutuhkan tekanan dan temperatur tertentu.
Sementara itu, tangki atmosfer adalah tangki penyimpanan yang dirancang untuk menampung fluida pada tekanan mendekati tekanan atmosfer.
Tangki atmosfer banyak digunakan dalam berbagai kegiatan operasional industri, terutama untuk menyimpan cairan pada tekanan rendah.
Dalam operasional industri, tangki atmosfer banyak dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai jenis cairan, seperti air baku, air proses, bahan bakar cair, minyak, pelumas, hingga berbagai bahan kimia yang stabil pada tekanan atmosfer.
Perbedaan Tangki Atmosfer dan Tangki Tekanan
Tangki atmosferik dan tangki tekanan sama-sama digunakan sebagai fasilitas penyimpanan fluida dalam industri. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam desain, tekanan operasi, konstruksi, serta sistem keselamatan. Perbedaan tersebut menentukan jenis fluida dan kondisi operasional yang sesuai untuk masing-masing tangki. Berikut penjelasannya:
1. Desain
Tangki atmosfer dirancang untuk beroperasi pada tekanan yang sangat mendekati tekanan atmosfer. Oleh karena itu, konstruksinya umumnya berbentuk silinder vertikal dengan fixed roof, floating roof, atau open top. Jenis tangki ini juga dilengkapi sistem ventilasi untuk menjaga keseimbangan tekanan selama proses pengisian maupun pengosongan.
Sebaliknya, desain tangki bertekanan menahan tekanan internal maupun eksternal yang jauh lebih tinggi. Desainnya umumnya menggunakan bentuk silinder horizontal atau vertikal dengan bagian head yang berbentuk elips, hemisferis, atau torisferis.
Selain itu, tangki tekanan biasanya memiliki ketebalan dinding yang lebih besar dibandingkan dengan tangki atmosfer dan dilengkapi berbagai komponen keselamatan, seperti pengukur tekanan (pressure gauge), nozzle, serta instrumen pemantauan lainnya.
Baca juga: Apa Itu Tank Farm? Ini Penjelasan Terkait Fungsi, Struktur dan Manfaatnya
2. Tekanan Operasi
Beda tangki atmosfer dan tangki tekanan juga dapat dilihat dari tekanan operasinya. Tangki atmosfer hanya dirancang untuk menyimpan fluida pada tekanan yang mendekati tekanan atmosfer.
Dalam standar API 650, tangki penyimpanan atmosferik digunakan untuk tekanan internal yang tidak melebihi sekitar 2,5 psi (17,2 kPa) di atas tekanan atmosfer.
Selama operasional, perubahan tekanan di dalam tangki atmosfer terbilang relatif kecil dan biasanya terjadi akibat proses pengisian, pengosongan, atau perubahan temperatur. Sistem ventilasi berfungsi menjaga agar tekanan internal tetap berada dalam batas desain sehingga tidak terjadi kondisi overpressure maupun vacuum yang dapat merusak tangki.
Sebaliknya, tangki tekanan (pressure vessel) dirancang untuk menahan tekanan internal maupun eksternal yang lebih tinggi. Bentuknya umumnya berupa silinder horizontal atau vertikal dengan bagian head berbentuk elips, hemisferis, atau torisferis.
Bentuk tersebut membantu mendistribusikan tegangan akibat tekanan secara lebih merata pada permukaan bejana sehingga struktur dapat menahan beban tekanan dengan lebih baik.
Oleh karena itu, setiap tangki tekanan memiliki Maximum Allowable Working Pressure (MAWP), yaitu batas tekanan maksimum yang diizinkan pada bagian atas vessel untuk dioperasikan secara aman dalam kondisi suhu dan operasi normal.
3. Metode Distribusi
Beda tangki atmosfer dan tangki tekanan berikutnya terletak pada metode distribusi atau pemindahan fluida dari dalam tangki ke sistem proses. Pada tangki atmosfer, fluida umumnya didistribusikan tanpa mengandalkan tekanan internal, melainkan menggunakan pompa atau memanfaatkan gaya gravitasi.
Sementara itu, tangki tekanan dapat memanfaatkan tekanan internal untuk mendorong fluida keluar melalui sistem perpipaan. Tekanan tersebut dapat membantu proses distribusi sehingga fluida dapat dialirkan ke titik penggunaan tanpa selalu bergantung pada pompa, meskipun kebutuhan pompa tetap bergantung pada tekanan yang diperlukan dan konfigurasi sistem.
4. Bahan dan Struktur
Tangki atmosfer dan tangki tekanan juga berbeda dari sisi material dan konstruksi. Pada tangki atmosfer, material yang umum digunakan adalah pelat baja karbon dengan kekuatan luluh (yield strength) yang memadai untuk menopang beban penyimpanan cairan.
Struktur tangki atmosfer dirancang agar mampu menahan tekanan hidrostatik akibat tinggi kolom cairan serta beban eksternal seperti angin dan gempa. Oleh karena itu, ketebalan pelat umumnya ditentukan berdasarkan tinggi cairan yang disimpan, bukan berdasarkan perhitungan tekanan internal.
Sementara itu, tangki tekanan harus mampu menahan tekanan internal maupun eksternal yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pemilihan material dan ketebalan dinding perlu diperhitungkan berdasarkan tekanan dan temperatur desain, sifat fluida, tegangan yang diizinkan, serta efisiensi sambungan.
Umumnya, material yang digunakan untuk membuat tangki tekanan dapat berupa baja karbon, baja paduan, atau material lain yang memenuhi persyaratan desain.
Baca juga: Instalasi Pengolahan Air. Ini Fungsi dan Cara Kerjanya!
5. Sistem Ventilasi dan Penyegelan
Pada tangki atmosfer, terdapat sistem ventilasi yang memungkinkan udara atau uap keluar dan masuk selama proses pengisian, pengosongan, maupun perubahan suhu guna menjaga tekanan di dalam tangki tetap mendekati tekanan atmosfer sekaligus mencegah kerusakan akibat tekanan berlebih atau vakum.
Tangki atmosfer umumnya dilengkapi ventilasi normal untuk kondisi operasi normal dan ventilasi darurat yang akan bekerja saat terjadi kondisi darurat, seperti kenaikan tekanan akibat paparan panas pada kebakaran.
Sementara itu, tangki tekanan menggunakan sistem tertutup (sealed system) agar tekanan di dalam bejana tetap terjaga. Oleh karena itu, tangki ini tidak memiliki ventilasi terbuka seperti pada tangki atmosfer.
Sebagai gantinya, tangki tekanan dilengkapi pressure relief valve (PRV) atau katup pelepas tekanan yang hanya akan terbuka ketika tekanan di dalam tangki melebihi batas desain.
Percayakan Kebutuhan Penyimpanan Bahan Kimia kepada CDI!
Memahami beda tangki atmosfer dan tangki tekanan menjadi langkah penting untuk menentukan sistem penyimpanan yang aman, efisien, dan sesuai dengan karakteristik fluida.
Namun, selain memilih jenis tangki yang tepat, Anda juga memerlukan mitra yang mampu menyediakan infrastruktur penyimpanan dan layanan logistik dengan standar operasional yang andal.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) melalui anak usahanya, PT Redeco Petrolin Utama (RPU), menyediakan solusi kepelabuhan dan penyimpanan bahan kimia yang terintegrasi.
RPU mengoperasikan 70+ tangki dengan total kapasitas penyimpanan mencapai 125.000+ m³. Fasilitas tersebut didukung oleh 2 dermaga dengan length overall (LOA) masing-masing 200 meter yang dapat melayani kapal hingga 35.000 DWT dengan draft 10 meter.
Selain itu, tersedia Centralized Filling Station (CFS) yang dirancang untuk melayani berbagai jenis dan ukuran truk tangki, serta Customer Order Service (COS) yang membantu pelanggan menyusun rencana pengambilan produk sesuai dengan kebutuhan operasional.
Dari sisi keselamatan, fasilitas RPU telah menerapkan standar internasional untuk perlindungan kebakaran dan keselamatan operasional. Fasilitasnya juga dilengkapi dengan oil boom yang dapat digunakan untuk membantu menangani potensi tumpahan minyak di area operasional.
Sebagai #YourGrowthPartner, CDI dan RPU berkomitmen untuk menghadirkan layanan logistik yang aman dan efisien bagi berbagai sektor industri.
Dengan dukungan fasilitas dan layanan terintegrasi, percayakan kebutuhan logistik perusahaan Anda kepada CDI dan RPU. Hubungi kami untuk mendapatkan penawaran terbaik untuk bisnis Anda!
Baca juga: Tangki Bitumen: Kenali Komponen, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya