Dengan pesatnya pertumbuhan populasi dan perkembangan industri, tak heran jika kebutuhan terhadap sumber daya air mengalami peningkatan signifikan. Di sisi lain, infrastruktur air tak lepas dari beragam tekanan, seperti perubahan iklim dan pencemaran lingkungan.
Untuk mengatasi kedua hal tersebut, diperlukan proses pengelolaan sumber daya air. Proses ini bukan hanya soal menjaga ketersediaan air, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Bagaimana bisa? Temukan penjelasannya dalam pembahasan berikut!
Apa Itu Pengelolaan Sumber Daya Air?
Pengelolaan sumber daya air adalah proses terkoordinasi untuk merencanakan, mengembangkan, mendistribusikan, dan melindungi air agar bisa memenuhi kebutuhan saat ini maupun di masa depan.
Proses ini mencoba menyeimbangkan berbagai aktivitas yang membutuhkan air, mulai dari konsumsi, irigasi, produksi energi, hingga industri. Hal ini didasarkan pada keterbatasan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang sangat beragam. Maka dari itu, diperlukan pengelolaan sumber daya air yang tepat agar tidak terjadi kekurangan air.
Selain menyeimbangkan kebutuhan dan ketersediaan air, pengelolaan sumber daya air juga berfokus pada pengelolaan risiko terkait air, seperti kekeringan, banjir, dan pencemaran.
Mengapa Pengelolaan Sumber Daya Air Penting?
Memastikan sumber daya air tetap terjaga berperan penting dalam kelangsungan lingkungan. Berikut ini sejumlah faktor yang membuat pengelolaan sumber daya air menjadi prioritas:
1. Memastikan Akses yang Stabil terhadap Air Bersih
Faktanya, tiap orang menggunakan air dalam jumlah besar setiap harinya. Rata-rata penggunaan air orang Indonesia dalam satu hari mencapai sekitar 120 galon, atau sekitar 450 liter. Di sinilah pentingnya sistem pengelolaan yang memadai dan terintegrasi.
Dalam praktiknya, sistem pengelolaan ini melibatkan infrastruktur dan teknologi yang mendukung efisiensi, seperti mengoptimalkan sistem perpipaan dan menciptakan peralatan hemat air.
Dengan proses pengelolaan yang tepat, air tidak akan terbuang percuma dan risiko water scarcity, atau kondisi ketika sumber daya air tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia dan lingkungan di suatu wilayah, bisa dicegah.
2. Melestarikan Ekosistem
Ekosistem dan air adalah dua elemen yang saling berhubungan. Ekosistem seperti sungai, lahan basah, dan mangrove berperan dalam menyediakan, memurnikan, dan melindungi sumber daya air. Di sisi lain, ekosistem juga membutuhkan air supaya tetap sehat dan berfungsi optimal.
Jika hubungan tersebut tidak didukung oleh pengelolaan sumber daya air yang baik, kemampuan ekosistem dalam menyediakan air bersih dapat menurun. Kondisi fisiknya juga bisa terganggu, baik akibat kerusakan lahan maupun penurunan fungsi ekologisnya.
Pada akhirnya, kondisi tersebut bisa membawa dampak buruk terhadap kesehatan lingkungan secara keseluruhan, terlebih jika diperparah oleh perubahan iklim.
Baca juga: Apa Saja Parameter Kualitas Air? Ini Penjelasannya
3. Membantu Adaptasi terhadap Perubahan Iklim
Selain memengaruhi kesehatan lingkungan, perubahan iklim juga menjadikan siklus air semakin tidak stabil. Dampaknya, kekeringan dan banjir lebih sering terjadi, pola curah hujan berubah, hingga permukaan laut mengalami kenaikan.
Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya air dianggap penting untuk membantu masyarakat beradaptasi dengan perubahan iklim. Bahkan, pengelolaannya harus dibuat lebih tangguh, yang artinya tahan terhadap tekanan, mampu pulih apabila terganggu, dan mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi jangka panjang secara efisien.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain mendorong konservasi air, mengurangi emisi yang berkaitan dengan air, atau berinvestasi pada infrastruktur hijau.
4. Menjaga Kesehatan Masyarakat
Faktanya, beberapa penyakit bisa ditularkan melalui air, seperti disentri, kolera, tifus, dan diare. Risiko penyebaran penyakit tersebut dapat terus meningkat jika fasilitas air tidak memadai atau pengelolaannya tidak baik.
Di sinilah pengelolaan sumber daya air berperan untuk memastikan akses air tetap aman, efisien, dan didukung oleh sistem sanitasi yang efektif.
Contoh pengelolaan sumber daya air yang berkontribusi dalam menurunkan beban penyakit adalah WASH (Water, Sanitation, and Hygiene). WASH merupakan sebuah pendekatan global yang dikembangkan dan dipromosikan oleh organisasi internasional, terutama WHO dan UNICEF.
Melalui sistem WASH, angka kematian akibat diare terbukti menurun secara signifikan selama periode MDGs (Millennium Development Goals). Hal ini didukung oleh penyediaan air perpipaan yang lebih teratur serta pembangunan saluran pembuangan yang terhubung dengan sistem pengolahan limbah.
5. Mendukung Ketahanan Pangan dan Pertanian
Tak bisa dimungkiri bahwa penggunaan air di sektor pertanian terbilang sangat besar. Di saat yang sama, sektor ini juga menjadi salah satu pemicu utama pencemaran air di banyak wilayah. Meskipun demikian, jika penggunaan air di sektor ini terkelola dengan baik, manfaatnya bukan sebatas pada produksi pertanian, tetapi juga pada masyarakat dan lingkungan secara luas.
Pengelolaan sumber daya air yang baik memegang peran penting dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan negara. Sebagai contoh, sumber daya air yang mencukupi bisa membantu meningkatkan ketersediaan pangan yang terus meningkat dan mendukung kesejahteraan ekonomi petani.
Baca juga: Potensi & Alasan Pentingnya Investasi Energi Terbarukan
Regulasi Pengelolaan Sumber Daya Air
Pemerintah Republik Indonesia telah mengatur perihal pengelolaan sumber daya air dalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Peraturan ini menjelaskan bahwa air merupakan sumber daya yang dinamis dan terus bergerak mengikuti siklus hidrologi.
Ketersediaan air juga berbeda-beda di setiap wilayah dan waktu. Jadi, pengelolaannya tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan harus menyeluruh dari hulu sampai hilir berdasarkan wilayah sungai. Selain itu, diperlukan keterpaduan antara air permukaan dan air tanah.
Pada dasarnya, konsep pengelolaan sumber daya air yang diatur dalam regulasi di atas sejalan dengan pendekatan Integrated Water Resource Management (IWRM). Pendekatan ini mengatur air, lahan, dan sumber daya terkait secara terkoordinasi agar manfaat ekonomi dan sosialnya bisa dioptimalkan tanpa merusak keberlanjutan ekosistem.
Konsep IWRM muncul karena pengelolaan air secara terpisah antarsektor sering kali menjadikan penggunaan air tidak berkelanjutan, bahkan layanannya kurang efektif. Dalam praktiknya, IWRM memandang bahwa penggunaan air sebenarnya saling berkaitan.
Sebagai contoh, kebutuhan irigasi yang tinggi bisa mengurangi ketersediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga dan industri. Bisa disimpulkan bahwa pendekatan IWRM mendorong kerja sama lintas sektor dan partisipasi berbagai pihak dalam pengelolaan sumber daya air.
Solusi Pengelolaan Air yang Terintegrasi dari Chandra Daya Investasi
Dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan, proses pengolahan menjadi salah satu tahap penting, terutama untuk menunjang kebutuhan industri. Jika Anda membutuhkan solusi pengolahan air untuk operasional industri, Chandra Daya Investasi menyediakan solusinya.
Chandra Daya Investasi melalui perusahaan afiliasinya, Krakatau Tirta Industri (KTI), menawarkan solusi pengolahan air dengan mengoperasikan instalasi pengolahan air bersih dan air demineralisasi.
KTI melibatkan teknologi mutakhir, di antaranya ion exchange, biological treatment, membran, dan ultrafiltrasi dalam proses pengolahan air limbah untuk industri dan perusahaan. Seluruh proses ini diterapkan untuk memastikan kualitas air yang sesuai standar nasional dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
Di sisi pengolahan air bersih, KTI mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Krenceng (IPA) Krenceng dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cidanau. IPA Krenceng memiliki kapasitas sebesar 1.800 liter per detik dengan air yang bersumber dari Sungai Cidanau. Sementara itu, IPA Cidanau memiliki tiga unit pompa intake dengan kapasitas masing-masing 600 liter per detik.
Jadi, percayakan pengolahan air bersih kepada Krakatau Tirta Industri dan Chandra Daya Investasi sebagai #YourGrowthPartner.
Baca juga: Air Demin untuk Industri: Fungsi dan Proses Pembuatannya