Air merupakan salah satu sumber daya yang berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mendukung proses operasional di berbagai sektor industri. Namun, tidak semua air memiliki karakteristik yang sama.
Berkaitan dengan peran air tersebut, pernahkah Anda mendengar tentang air mineral dan demineral? Air mineral dan air demineral memiliki kandungan dan fungsi yang berbeda. Maka dari itu, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari konsumsi sehari-hari hingga proses produksi yang memerlukan tingkat kemurnian tertentu.
Mengetahui hal ini, pelaku industri perlu memahami perbedaan air mineral dan demineral sebelum menentukan penggunaannya karena pemilihan jenis air yang tepat berpengaruh terhadap kelancaran produksi dan kualitas produk akhir.
Artikel ini akan mengulas perbedaan air mineral dan demineral sekaligus menjelaskan alasan banyak perusahaan memanfaatkan air demin untuk industri dalam berbagai aktivitas operasionalnya. Pastikan untuk menyimak pembahasan berikut hingga akhir!
Perbedaan Air Mineral dan Demineral
Air mineral dan demineral dapat dibedakan dengan meninjau karakteristiknya. Berikut penjelasan terkait aspek-aspek yang membedakan keduanya:
1. Pengertian
Air mineral adalah jenis air yang bersumber dari mata air alami atau sumur dalam yang telah melalui proses pengolahan terbatas. Biasanya, air mineral hanya disaring dari mikroorganisme untuk memastikan keamanannya, tanpa mengubah kandungan mineral aslinya.
Adapun air demineral adalah jenis air yang telah melalui proses pemurnian menggunakan teknologi tertentu. Teknologi tersebut melibatkan berbagai media, seperti medan listrik dan membran berpori yang kemudian memengaruhi kandungan mineral dalam air.
2. Sumber
Selanjutnya, perbedaan air mineral dan demineral ditinjau dari sumbernya. Air mineral bersumber dari bawah permukaan tanah, umumnya dari lokasi yang tanahnya kaya akan mineral.
Di sisi lain, air demineral dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari air tanah, air sumur, hingga air permukaan. Air ini kemudian diolah dengan teknologi pemurnian tertentu, seperti distilasi, deionisasi, reverse osmosis (RO), atau elektrodialisis.
3. Kandungan Mineral
Air mineral memiliki kandungan mineral, seperti kalsium, magnesium, dan natrium yang lebih tinggi daripada air tanah biasa. Selain itu, air mineral juga bisa mengandung karbon dioksida dan berbagai zat lain, seperti besi, kalium, sulfur, dan fluorida, dalam konsentrasi yang lebih tinggi.
Sebaliknya, kandungan mineral pada air demineral umumnya telah hilang atau berkurang secara drastis. Hal ini terjadi karena penggunaan teknologi pemurnian seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
4. Fungsi
Berhubung kandungan mineralnya tinggi, air mineral banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi, seperti diminum dan digunakan untuk memasak.
Sementara itu, air demineral banyak difungsikan dalam lingkup industri, laboratorium, otomotif, medis, dan elektronik. Sebab kandungan mineralnya yang sangat rendah dapat mengurangi risiko korosi, endapan, serta kontaminasi pada berbagai peralatan dan material.
5. Sensasi dan Rasa
Air mineral dan demineral industri dapat dikenali dari sensasi dan rasanya. Air mineral cenderung lebih terasa di mulut karena kandungan mineralnya lebih tinggi. Meskipun demikian, rasanya relatif segar. Di sisi lain, sensasi air demineral terbilang lebih ringan dan rasanya lebih netral daripada air mineral.
Baca juga: Instalasi Pengolahan Air. Ini Fungsi dan Cara Kerjanya!
Perbedaan Air Demineral dan Air Distilasi
Terdapat beberapa metode untuk memurnikan air. Dua di antaranya adalah demineralisasi dan distilasi. Demineralisasi menghasilkan air demineral, sedangkan distilasi menghasilkan air distilasi.
Seperti dijelaskan sebelumnya, air demineral memiliki kandungan mineral yang sangat rendah atau bahkan tidak mengandung mineral sama sekali. Meskipun demikian, air ini masih mungkin mengandung bakteri dan virus.
Sementara itu, air distilasi umumnya sudah terbebas dari bakteri, virus, partikel tersuspensi, bahan organik, serta berbagai kontaminan lainnya. Pasalnya, distilasi melibatkan tahapan pemanasan dan pengembunan sehingga air yang dihasilkan relatif lebih murni.
Apakah Air Demin Boleh Diminum?
Air demin boleh diminum, tetapi sebaiknya tidak dijadikan sumber air minum utama, terlebih dalam jangka panjang. Namun, jika air demineral masih menjadi satu-satunya sumber air minum, penting untuk memenuhi kebutuhan mineral tubuh dari sumber lain, misalnya makanan bergizi atau suplemen mineral jejak (trace minerals).
Baca juga: Apa Saja Parameter Kualitas Air? Ini Penjelasannya
Proses Pembuatan Air Demineral
Air demineral diolah menggunakan teknologi pemurnian tertentu. Berikut beberapa di antaranya sekaligus gambaran proses masing-masing:
A. Distilasi
Distilasi adalah proses pemurnian air yang dilakukan dengan menguapkan air, lalu mengembunkannya kembali menjadi cairan. Di bawah ini merupakan proses berlangsungnya distilasi:
- Panaskan air hingga mendidih.
- Air menguap, namun sebagian besar garam dan mineral terlarut tetap tertinggal di wadah pemanas.
- Uap ditangkap dan dikumpulkan.
- Uap didinginkan hingga kembali menjadi cairan.
B. Deionisasi
Deionisasi (DI) dikenal cukup rumit sehingga lebih sering digunakan dalam lingkup industri, manufaktur, laboratorium, dan komersial berskala besar.
Deionisasi melibatkan resin, yaitu material khusus yang berfungsi sebagai penangkap dan penukar ion. Terdapat dua jenis resin yang digunakan, yakni resin bermuatan kation (+) dan anion (-). Berikut gambaran proses deionisasi:
- Air dialirkan melalui resin positif dan negatif.
- Resin menangkap ion-ion mineral dalam air. Ion positif seperti Ca2+ tertahan pada resin anion, sedangkan ion negatif seperti Cl- tertahan pada resin kation.
- Sebagai gantinya, resin melepaskan H+ dan OH- yang tidak menambah kandungan mineral dalam air.
- H+ dan OH- bergabung membentuk H2O.
- Air yang dihasilkan mengandung mineral yang sangat rendah. Mineral tersebut sudah tergantikan oleh komponen pembentuk air itu sendiri (H2O).
C. Reverse Osmosis (RO)
Dalam RO, air disaring menggunakan membran semipermeabel, yaitu membran yang hanya dapat dilalui oleh zat tertentu. RO berlangsung melalui tahapan berikut:
- Air diberi tekanan agar dapat melewati membran semipermeabel.
- Air lolos dan menjadi lebih murni.
- Kandungan mineral, garam, dan berbagai zat terlarut lainnya tertahan di sisi lain membran.
D. Elektrodialisis
Elektrodialisis merupakan metode pemurnian air yang memanfaatkan medan listrik dan membran khusus. Berikut gambaran prosesnya:
- Air dialirkan melalui membran khusus sambil diberi medan listrik.
- Berhubung ion-ion mineral dalam air memiliki muatan listrik, medan listrik akan menarik ion-ion tersebut ke arah tertentu.
- Membran membantu memisahkan ion-ion mineral dari air. Hasilnya, kandungan mineral air berkurang.
Solusi Air Industri Tepercaya dari CDI
Fungsi air demineral untuk industri tak bisa dipandang sebelah mata karena memengaruhi produktivitas operasional. Maka, proses pengolahan harus dipastikan berjalan efisien agar hasilnya sesuai standar dan dapat memenuhi berbagai kebutuhan.
Jika Anda membutuhkan solusi pengolahan air demineral untuk operasional industri, percayakan kepada PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI).
CDI melalui perusahaan asosiasinya, PT Krakatau Tirta Industri (KTI), menyediakan solusi air demin berkualitas tinggi untuk kebutuhan industri. Melalui layanan ini, KTI mengoperasikan beberapa fasilitas berikut:
- WTP (Water Treatment Plant): Instalasi pengolahan air baku menjadi air demineral sesuai kebutuhan industri. KTI telah mengoperasikan WTP Demin untuk PT Merak Chemical Indonesia (sebelumnya dikenal sebagai PT Mitsubishi Chemical Indonesia).
- WRP (Water Recycle Plant): Instalasi untuk mendaur ulang air limbah agar layak digunakan kembali. Setelah didaur ulang, air tersebut digunakan sebagai air baku untuk memproduksi air demin.
- O&M (Operation & Maintenance): Jasa pengelolaan instalasi, meliputi penyediaan bahan kimia, manajemen tenaga kerja, pemeliharaan pabrik, dan pengawasan operasional.
KTI telah berpengalaman sejak 1979 dan berkomitmen kuat untuk menghadirkan solusi air yang inovatif dan efisien. Semua prosesnya melibatkan teknologi yang canggih dan mutakhir.
CDI dan KTI siap menjadi #YourGrowthPartner sebagai mitra penyedia air industri yang andal serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
Baca juga: Pengolahan Air Limbah Industri: Pengertian dan Prosesnya