Aktivitas distribusi modern membutuhkan sistem transportasi yang efisien dan terintegrasi agar pengiriman barang aman sampai ke tujuan. Oleh karena itu, pemilihan metode pengiriman yang tepat menjadi faktor penting dalam operasional logistik perusahaan.
Salah satu pendekatan yang kerap kali digunakan adalah intermodal transportation karena dinilai mampu mengoptimalkan proses pengiriman barang. Mari pahami lebih lanjut tentang konsep intermodal transportation, manfaat, dan latar belakang sejarahnya dalam penjelasan di artikel ini.
Apa Itu Intermodal Transportation?

Intermodal transportation adalah sistem pengiriman barang yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi dalam satu perjalanan logistik, tanpa memindahkan isi muatan dari kontainernya.
Adapun moda transportasi yang umum digunakan dalam intermodal transportation meliputi truk, kereta api, kapal laut, dan pesawat untuk pengiriman barang lintas negara.
Dalam sistem intermodal ini, barang biasanya ditempatkan dalam kontainer standar sehingga dapat dipindahkan dengan mudah dari satu moda transportasi ke moda lainnya.
Sebagai contoh, kontainer diangkut dengan truk dari gudang ke pelabuhan, kemudian dipindahkan ke kapal laut, dan setelah tiba di pelabuhan tujuan dilanjutkan dengan kereta atau truk menuju lokasi akhir.
Sejarah Intermodal Transportation
Sejarah intermodal transportation berawal dari kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengiriman barang. Sebelum sistem ini berkembang, proses pengiriman menggunakan metode break bulk cargo, yaitu memuat barang dalam paket kecil secara manual ke kapal, truk, atau kereta.
Pada metode break bulk cargo, setiap kali barang berpindah moda transportasi, paket harus dibongkar dan dimuat kembali satu per satu sehingga proses distribusi menjadi lambat, mahal, dan berisiko tinggi terhadap kehilangan barang.
Perkembangan awal konsep intermodal dapat ditelusuri pada akhir abad ke-19 di Inggris. Pada masa tersebut, perusahaan kereta api mulai menggunakan kontainer besar untuk memindahkan bagasi dari kereta ke kapal tanpa harus membongkar isi muatan.
Selain itu, beberapa perusahaan juga menggunakan kombinasi kereta dan kapal untuk mengangkut batu bara dalam kontainer besar. Praktik ini menjadi salah satu contoh awal integrasi beberapa moda transportasi dalam satu sistem pengiriman.
Kemajuan signifikan terjadi pada pertengahan abad ke-20 ketika sistem kontainerisasi mulai dikembangkan. Pada masa Perang Dunia II, militer Amerika Serikat menggunakan kontainer baja untuk mengangkut amunisi dan perlengkapan logistik. Penggunaan kontainer ini membantu mempercepat proses distribusi dan mengurangi kerusakan barang selama pengiriman.
Memasuki tahun 1950-an hingga 1960-an, kontainer mulai distandardisasi sehingga dapat digunakan pada berbagai moda transportasi. Standardisasi ukuran kontainer ini memungkinkan barang dipindahkan dengan mudah tanpa perlu membongkar muat barang di dalamnya.
Perkembangan teknologi terus berlanjut hingga tahun 1980-an dengan munculnya inovasi seperti gerbong kereta double stack yang memungkinkan dua lapis kontainer diangkut dalam satu gerbong. Inovasi ini meningkatkan kapasitas pengiriman sekaligus menekan biaya logistik.
Baca juga: Siapkan Kapal Kimia Baru untuk Meningkatkan Peran Indonesia sebagai Pusat Distribusi Kimia Regional
Perbedaan Intermodal dan Multimodal Transportation

Di dunia logistik, intermodal transportation VS. multimodal transportation merupakan hal yang sering diperbincangkan. Kedua metode ini mengacu pada konsep pengiriman barang dengan lebih dari satu moda transportasi.
Meskipun terlihat mirip, intermodal transportation dan multimodal transportation memiliki perbedaan dalam sistem pengelolaan, proses pengiriman, serta tanggung jawab operasional.
Pada sistem intermodal transportation, setiap moda transportasi biasanya dikelola oleh operator yang berbeda. Barang dikirim menggunakan satu kontainer yang sama, tetapi proses perpindahan antarmoda melibatkan beberapa kontrak atau pihak penyedia layanan. Dengan kata lain, tanggung jawab pengiriman terbagi antara setiap operator di setiap tahap perjalanan.
Adapun contoh dari intermodal transportation adalah pengiriman darat menggunakan truk dan kereta api. Kontainer dari pabrik diambil oleh truk untuk kemudian dibawa ke stasiun kereta api. Nantinya, kereta api akan mengangkutnya ke kota tujuan. Kemudian, truk di kota tujuan akan mengantarkan barang ke konsumen akhir.
Sementara itu, multimodal transportation dikelola oleh satu operator pengiriman. Operator tersebut bertanggung jawab penuh atas pengiriman barang dari titik awal hingga tujuan akhir. Hal ini membuat koordinasi pengiriman menjadi lebih sederhana bagi pengirim barang.
Salah satu contoh penerapan sistem multimodal transportation adalah pengiriman antarbenua melalui jalur darat dan laut yang dilakukan melalui pengangkutan kontainer dari gudang untuk diantar ke pelabuhan. Setelahnya, kontainer dimuat ke dalam kapal kargo untuk menuju kota tujuan. Setibanya, truk lain akan mengantarkan barang ke tujuan akhir.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa intermodal transportation lebih menekankan pada integrasi berbagai moda transportasi dengan pengelolaan terpisah. Sebaliknya, multimodal transportation menawarkan kemudahan koordinasi karena seluruh pengiriman berada di bawah satu sistem manajemen.
Manfaat Intermodal Transportation

Intermodal transportation menawarkan berbagai manfaat bagi perusahaan yang mengelola distribusi barang, baik dalam skala regional maupun global.
Melalui integrasi beberapa moda transportasi dalam satu sistem pengiriman, metode ini dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga kelancaran rantai pasok.
Lantas, apa saja keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dari penerapan intermodal transportation? Berikut beberapa manfaatnya yang perlu Anda ketahui:
1. Efisiensi Biaya Logistik
Salah satu manfaat intermodal transportation adalah membantu perusahaan menekan biaya logistik. Penggunaan moda transportasi seperti kereta api atau kapal laut untuk perjalanan jarak jauh biasanya lebih ekonomis dibandingkan dengan hanya menggunakan truk saja.
2. Pengiriman Lebih Efisien
Dengan memanfaatkan keunggulan setiap moda transportasi, proses distribusi dapat berlangsung lebih efisien. Misalnya, kapal laut digunakan untuk perjalanan jarak jauh, sedangkan truk digunakan untuk pengiriman terakhir menuju lokasi tujuan akhir.
3. Mengurangi Risiko Kerusakan Barang
Dalam intermodal transportation, muatan barang biasanya ditempatkan dalam kontainer atau unit kargo yang sama selama perjalanan. Dengan begitu, barang tidak perlu sering dibongkar dan dipindahkan sehingga risiko kerusakan maupun kehilangan barang selama proses pengiriman dapat diminimalkan.
4. Lebih Ramah Lingkungan
Penggunaan moda transportasi seperti kereta api dan kapal laut dalam intermodal transportation dapat membantu mengurangi emisi karbon dibandingkan dengan transportasi darat secara penuh. Dengan demikian, intermodal transportation dapat menjadi bagian dari strategi logistik yang lebih berkelanjutan.
Baca juga: CDI Group Selesaikan Akuisisi PT Barito Investa Prima
Solusi Logistik Darat dan Laut untuk Intermodal Transportation
Penerapan intermodal transportation menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien dan terintegrasi. Dengan mengombinasikan berbagai moda transportasi, perusahaan Anda dapat mengoptimalkan proses pengiriman sekaligus menjaga kelancaran rantai pasok.
Dalam praktiknya, keberhasilan intermodal transportation juga bergantung pada dukungan infrastruktur dan layanan logistik yang andal. Pengelolaan transportasi darat dan laut yang terkoordinasi dapat membantu memastikan proses distribusi berjalan aman, efisien, dan tepat waktu.
Apabila Anda membutuhkan jasa logistik darat dan laut yang andal dan aman, Chandra Daya Investasi memiliki solusinya. Sebagai #YourGrowthPartner, kami menghadirkan solusi logistik darat dan laut yang dioperasikan oleh Chandra Daya Investasi Tbk melalui Chandra Shipping International, PT SCG Barito Logistics, dan PT Chandra Cold Chain.
Saat ini, kami telah mengelola lebih dari 10 kapal pengangkut yang berkapasitas hingga 106.650 DWT dan 155 armada truk dari berbagai tipe sesuai dengan beragam kebutuhan pelanggan. Mari percayakan kebutuhan logistik perusahaan Anda pada Chandra Daya Investasi!
Baca juga: CDI Group Perkuat Rantai Pasok Industri Kimia dengan Meluncurkan Armada Kapal Kimia Baru



