Aktivitas perdagangan internasional, terutama dalam skala besar, tidak hanya membutuhkan armada logistik yang andal. Agar biaya logistik lebih efisien, pelaku bisnis di sektor ini juga perlu memahami pergerakan tarif pengiriman di pasar global.
Salah satu cara untuk memantau perubahan tarif ini adalah melalui sebuah indikator yang disebut Container Freight Index. Untuk memahaminya lebih lanjut, simak penjelasan berikut!
Apa Itu Container Freight Index?
Container Freight Index adalah indeks atau alat ukur untuk mengetahui rata-rata biaya pengiriman kontainer pada rute pelayaran tertentu. Indeks ini disusun berdasarkan kumpulan data dari berbagai pihak yang terlibat dalam pengiriman barang melalui kapal laut, seperti perusahaan pelayaran, pemilik barang, dan perusahaan freight forwarding.
Kumpulan data tersebut kemudian diolah untuk menemukan nilai tertentu yang mencerminkan kondisi pasar secara umum. Jika indeks naik, umumnya biaya pengiriman juga meningkat. Sebaliknya, jika indeks turun, biaya pengiriman cenderung menurun.
Indeks yang diperoleh dapat mencerminkan spot rate (tarif pengiriman yang berlaku saat pemesanan dibuat), contract rate (tarif yang telah disepakati dalam kontrak jangka panjang), atau kombinasi keduanya.
Mengapa Penting untuk Mengetahui Container Freight Index?
Container Freight Index merupakan elemen penting dalam industri pengiriman karena beberapa alasan berikut:
1. Meningkatkan Transparansi Pasar
Dengan adanya Container Freight Index, para pelaku industri mengetahui tarif pengiriman yang berlaku di pasar. Lebih lanjut, mereka dapat membandingkan biaya pengiriman yang mereka keluarkan dengan rata-rata pasar.
Sebagai contoh, bayangkan skenario di mana freight index untuk rute Shanghai–Jakarta adalah US$2500 per kontainer. Lalu, perusahaan Anda menerima penawaran dari perusahaan pelayaran dengan tarif US$2800. Di sini, dapat dilakukan evaluasi apakah tarif tersebut masih kompetitif atau masih bisa dinegosiasikan.
2. Menjadi Acuan dalam Penyusunan Kontrak Pengiriman
Freight index sering dijadikan acuan saat pihak pengirim dan penyedia jasa transportasi menyusun kontrak kerja sama. Indeks ini merupakan referensi objektif untuk menentukan biaya pengiriman yang adil.
Kedua pihak juga dapat membuat kesepakatan mengenai penyesuaian tarif secara berkala berdasarkan perubahan indeks. Dengan demikian, biaya pengiriman tetap relevan dengan kondisi pasar dan kedua pihak tidak perlu bernegosiasi ulang setiap kali kondisi pasar berubah.
3. Mendukung Aktivitas Lindung Nilai (Hedging)
Hedging adalah strategi untuk melindungi nilai aset, biaya, atau pendapatan dari risiko kerugian akibat fluktuasi harga di masa depan.
Untuk menjalankannya, perusahaan dapat menggunakan FFA (Forward Freight Agreement), yaitu kontrak keuangan yang mengacu pada freight rate container index.
Pada contoh skenario ini, freight index pada Januari bernilai US$2000, sementara pada Juli bernilai US$3500. Selisih keduanya menjadi dasar perhitungan pembayaran dalam FFA. Jika tarif pengiriman naik, keuntungan dari FFA dapat membantu mengimbangi kenaikan biaya logistik yang harus ditanggung perusahaan.
Dengan demikian, Container Freight Index mendukung aktivitas hedging karena membantu perusahaan mengelola risiko perubahan tarif pengiriman.
Baca juga: 8 Perbedaan Logistik dan Ekspedisi serta Tips Memilihnya
Jenis-Jenis Container Freight Index
Berikut ini beberapa jenis Container Freight Index yang umum digunakan dalam perdagangan kontainer internasional:
1. Shanghai Containerized Freight Index (SCFI)
Shanghai memiliki pelabuhan kontainer terbesar dan tersibuk di dunia, dengan volume ekspor dan impor yang sangat tinggi. Maka, perubahan tarif pengiriman dari kota ini sering dianggap mencerminkan kondisi pasar pengiriman kontainer internasional.
Hal tersebut kemudian mendorong terbentuknya Shanghai Containerized Freight Index (SCFI). Indeks ini digunakan untuk memantau perubahan tarif pengiriman kontainer dari Shanghai ke berbagai rute perdagangan utama di dunia.
2. China Containerized Freight Index (CCFI)
CCFI adalah Container Freight Index untuk memantau tarif angkutan kontainer di 10 pelabuhan utama di Cina, termasuk Dalian, Tianjin, Qingdao, Shanghai, Nanjing, Ningbo, Xiamen, Fuzhou, Shenzhen, dan Guangzhou.
Jika dibandingkan dengan SCFI, CCFI memiliki cakupan geografis yang lebih luas serta mencakup spot rate dan contract rate dari berbagai jalur perdagangan. Berbeda dengan SCFI yang hanya berfokus pada spot rate Shanghai.
3. Freightos Baltic Index (FBX)
FBX merupakan freight index yang dikembangkan oleh Freightos bekerja sama dengan Baltic Exchange.
Freightos adalah perusahaan teknologi logistik yang menyediakan platform digital untuk membandingkan, memesan, dan mengelola layanan pengiriman internasional, sedangkan Baltic Exchange adalah organisasi yang menyediakan data, indeks, dan informasi pasar untuk industri pelayaran global.
FBX digunakan untuk memantau tarif pengiriman kontainer ukuran 40 kaki. Data perhitungan FBX berasal dari pengguna platform Freightos. Adapun rutenya mencakup berbagai jalur perdagangan utama dunia, seperti China dan negara-negara Asia Timur, Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, serta kawasan Mediterania.
4. Xeneta Shipping Index (XSI)
XSI dikembangkan oleh Xeneta, sebuah perusahaan yang menyediakan layanan benchmark tarif pengiriman serta intelijen pasar. Indeks ini memantau tarif impor dan ekspor di Amerika Utara, Eropa, dan Asia Timur.
Sama seperti CCFI, XSI mencakup spot rate sekaligus contract rate. Datanya dikumpulkan dari banyak perusahaan yang bersedia membagikan informasi tarif pengiriman.
5. World Container Index (WCI)
WCI dikembangkan oleh Drewry, sebuah perusahaan riset, konsultasi, dan advisory yang berfokus pada industri pelayaran dan maritim. WCI berbeda dari XSI karena hanya mengukur spot rate.
Rute yang dicakup WCI adalah head haul corridors (jalur utama dengan volume kargo tinggi) dan backhaul legs (jalur balik yang biasanya memiliki volume kargo lebih rendah).
Baca juga: Mengenal Armada Logistik, Jenis dan Fungsinya untuk Bisnis
Faktor yang Memengaruhi Container Freight Index
Container Freight Index dipengaruhi oleh sejumlah faktor berikut:
- Harga bahan bakar: Bahan bakar kapal merupakan salah satu biaya operasional terbesar bagi perusahaan pelayaran. Jika harganya naik, tarif freight pun ikut naik. Alhasil, freight index cenderung meningkat, begitu pula sebaliknya.
- Dinamika permintaan dan penawaran: Tarif pengiriman dapat berubah ketika jumlah kapal yang tersedia tidak seimbang dengan jumlah kargo yang harus diangkut. Kondisi ini dapat memengaruhi freight index.
- Peristiwa geopolitik: Sengketa perdagangan, konflik regional, dan pemogokan pekerja pelabuhan dapat mengganggu rute pengiriman. Dampaknya, waktu pelayaran lebih lama dan tarif menjadi tidak stabil. Kondisi ini berisiko membuat freight index naik atau fluktuatif.
- Kondisi ekonomi global: Saat ekonomi global tumbuh, perdagangan internasional cenderung meningkat sehingga tarif freight dan freight index pun ikut naik. Begitu pula sebaliknya.
Solusi Logistik Bahan Kimia Tepercaya dari CDI
Bagi pelaku bisnis di sektor maritim internasional, Container Freight Index perlu dipahami dengan baik. Sebab, nilainya dipengaruhi oleh beberapa faktor operasional, termasuk dinamika permintaan dan penawaran yang berkaitan dengan ketersediaan kapal.
Jika Anda mencari partner logistik dengan armada kapal yang memadai, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) adalah jawabannya. CDI melalui anak usahanya, PT Chandra Shipping International (CSI), menyediakan solusi logistik laut berstandar tinggi.
CSI memiliki lebih dari 10 kapal pengangkut LPG dan bahan kimia yang dapat bertambah seiring waktu, dengan kapasitas berkisar antara 4.200–9.600 DWT.
Selain itu, CDI juga menyediakan solusi logistik darat melalui anak usahanya yang lain, yaitu PT SCG Barito Logistics (SBL), PT Chandra Cold Chain (CCC), dan PT Chandra Warehouse Cilegon (CWC).
SBL menyediakan jasa logistik darat yang meliputi jasa antarpulau, jasa angkutan laut, jasa ekspor-impor, jasa pengurusan kepabeanan, serta manajemen pergudangan. SBL juga mengelola armada truk sebanyak 200+ unit.
Solusi logistik darat CDI semakin lengkap dengan fasilitas cold storage modern berkapasitas hingga 700+ pallet positions milik CCC serta gudang di Kawasan Cilegon dengan luas tanah total sebesar 51K+ m² milik CWC. Mari optimalkan aktivitas logistik perusahaan Anda bersama CDI, #YourGrowthPartner!
Baca juga: Apa Itu Kapal Kargo? Pahami Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya